Senin

DANA TALANGAN HAJI


Haji adalah kewajiban bagi setiap umat muslim yang mampu untuk melakukan perjalanan ke Baitullah baik secara kesehatan dan biaya. 
Firman Allah SWT : "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah yaitu bagi orang yang sanggup untuk melakukan perjalanan ke Baitullah." (QS. Ali Imron : 97)

lalu bagaimana dengan dana talangan Haji atau Hutang untuk memenuhi biaya perjalanan haji. berikut pemaparannya.

Perlu disadari, Orang yang berhutang dianggap sebagai orang yang belum mampu sampai hutang tersebut dilunasi.

diriwayatkan dari Al Baihaqi Rasulullah SAW pernah ditanya Abdullah Bin Abi Aufa tentang seseorang yang belum menunaikan ibadah haji atau berhutang untuk haji, Rasulullah SAW Bersabda : "tidak". (HR.Baihaqi).

Jika seseorang melakukan pinjaman dari bank konvensional yang menerapkan praktek riba maka hal ini tidak diperbolehkan meskipun dia mempunyai kemampuan untuk membayar cicilannya tiap bulan dari pemotongan gajinya.

Allah SWT berfirman :
"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 275)

Para ulama berbeda pendapat mengenai berhaji dengan dana talangan haji.
ada sebagian ulama yang mengatakan akan tetap syah hajinya selama sesuai dengan syarat syah haji, namun yang tidak boleh adalah hutang dibank yang menerapkan praktik riba, hal ini sama saja mengingkari Al Qur'an dan bekerjasama dalam hal kemungkaran / keburukan.

Allah SWT Berfirman : "dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, bertaqwalah kamu kepada Allah SWT." (QS. Al Maidah : 2)

Haji dengan biaya hutang / talangan haji diibaratkan orang yang shalat menggunakan sajadah / pakaian hasil curian, maka shalatnya syah jika sesuai dengan syarat syah shalat dan dosanya adalah karena mencuri.

ada ulama lain yang mengatakan orang yang berhutang, dianggap tidak mampu sampai dia melunasi hutangnya. dalam hal ini orang tersebut tidak wajib untuk berhaji karena akan menyulitkan dan membebani dirinya dengan hutang. hal ini di dasarkan pada Firman Allah dibawah ini.

Allah SWT Berfirman :" Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesulitan bagi kalian." (QS.Al Baqarah : 185)

dari penjelasan diatas disimpulkan bahwa :
seseorang yang berhaji dengan berhutang tidak diperbolehkan jika itu akan memberatkan dirinya. Akan tetapi jika seseorang tersebut bersikeras untuk tetap berhaji dengan hutang / dana talangan haji karena menganggap dirinya mampu maka diperbolehkan, yang tidak diperbolehkan adalah terlibat dalam praktek riba. karena bagaimanapun bentuknya Riba adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan komentar disini