Kamis

SAHALAT DHUHA ADALAH BENTUK SEDEKAH YANG BAIK UNTUK ORGAN TUBUH

Dari Abu Hurairah Ra meriwayatkan bahwa kekasihku Muhammad SAW mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak akan meninggalkannya, agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat shalat dhuha karena ia adalah shalat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan".(HR. Ibnu Khuzaimah)
*) Awwabin adalah orang yang taat, sehingga orang yang melakukan shalat dhuha tergolong sebagai orang - orang yang taat.


PELUANG BISNIS MODAL KECIL UST YUSUF MANSUR


Allah SWT menganugrahkan kepada kita anggota tubuh yang sempurna, sehingga kita wajib bersyukur dengan pemberian Allah SWT. Cara bersyukur itu banyak caranya salah satunya adalah dengan sedekah.
Rasulullah SAW bersabda "Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat". (HR.Muslim).

Sahalat dhuha dua rakat sama dengan 360 sedekah. hal Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :"Didalam tubuh manusia terdapat 360 sendi yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya, kemudia mereka (para sahabat) bertanya :siapakah yang mampu melakukan itu wahai nabiyullah?
kemudian beliau menjawab : Engkau membersihkan dahak yang ada didalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dijalan adalah sedekah, maka jika engkau tidak menukannya (sedekah sebanyak itu) maka dua rakaat shalat dhuha sudah mencukupimu". (HR. Abu Dawud).

Allah SWT Berfirman "wahai anak adam janganlah engkau luput dari empat rakaat diawal harimu, niscaya aku cukupkan untukmu disepanjang hari itu". (HR.Ahmad)

Rasulullah SAW bersabda :"Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk melaksanakan shalat dhuha maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak dan kembalinya paling cepat". (HR.Tirmidzi dan Ahmad)

Amalan yang anda lakukan hendaklah dilakukan secara konsiten supaya berbuah secara maksimal. hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :"Amalan yang paling dicintai Allah SWT adalah amalan yang paling kontinyu walaupun itu sedikit". Aisyah pun setiap kali melakukan suatu amalan selalu bertekad untuk melakukannya secara kontinyu. (HR.Muslim)