Minggu

ZAID BIN TSABIT

Zaid bin Tsabit
Sang Sekretaris Rasulullah Saw.

Zaid mempunyai nama lengkap Abu Said al-Khazraji al-Anshari. Ia merupakan sahabat Anshar yang cerdas, penulis, penghafal, serta seseorang yang menguasai banyak ilmu, antara lain ilmu al-Qur'an dan faraid. Ia juga mampu mempelajari kitab Yahudi dalam waktu singkat atas permintaan Rasulullah Saw.

Zaid termasuk orang yang pertama kali memeluk agama islam. Ia masuk islam ketika umurnya masih 11 tahun. Saat itu, tengah terjadi Perang Badar. Pada saat terjadi Perang Tabuk, Rasulullah Saw. menyerahkan bendera Bani Malik bin an-Najjar kepada 'Imarah sebagai komandan perang. Namun, beliau mengambil bendera itu lagi, dan menyerahkannya kepada Zaid bin Tsabit. Ketika beliau memintanya, maka 'Imarah bertanya, "Ya Rasulullah, apakah engkau akan menyerahkan sesuatu yang engkau berikan kepadaku?"

Beliau menjawab, "Tidak, tetapi al-Qur'an harus didahulukan, dan Zaid bin Tsabit lebih banyak menguasai bacaan al-Qur'an daripada kamu."

Selain itu, Zaid juga dikenal sebagai sekretaris kepercayaan Rasulullah Saw. dalam menerima wahyu. Jika Rasulullah Saw. menerima wahyu, Zaid selalu dipanggil dan diperintah untuk menuliskannya. Zaid dipilih oleh beliau karena selain amanah, ia juga memiliki kecerdasan dan ketepatan dalam berfikir. Di situlah Zaid kemudian memutuskan untuk menjadi penghafal al-Qur'an. Setiap wahyu yang baru saja turun kepada Rasulullah Saw., Zaid dengan cepat menghafalkannya.

Zaid adalah sebagai penghimpun al-Qur'an dan menguasai informasi tentang al-Qur'an. Jasa Zaid dalam upaya kondifikasi al-Qur'an sangat besar. Tiada yang mampu menandinginya dalam menulis kalamullah. Tulisan Zaid sangat indah. Zaid tidak pernah salah dalam menuliskan wahyu Allah Swt.

Semua kelebihan yang dimiliki Zaid itulah yang membuatnya dipercaya sebagai amir (gubernur) Madinah selama tiga kali di ibu kota atau di wilayah pusat kekuasaan. Zaid juga ditugaskan untuk mengumpulkan al-Qur'an atas perintah Abu Bakar dan Umar, sebagai mana dijelaskan dalam riwayat Bukhari. Zaid bin Tsabit berkata, "Aku disuruh menghadap Abu Bakar berkenaan dengan pembunuhan yang dilakukan oleh penduduk Yamanah. Ketika itu, di hadapannya, terdapat Umar bin Khathab. Lalu, Abu Bakar berkata, "Jika perang terus berkecamuk, banyak memakan korban jiwa kaum muslimin, banyak para penfhafal al-Qur'an di negeri ini terbunuh. Akhirnya, banyak bagian al-Qur'an yang hilang. Maka, agar al-Qur'an dibukukan, aku berpandangan sama dengan Umar, engkau laki-laki yang cerdas dan masih muda, maka cari dan kumpulkan 9mushaf) al-Qur'an."

Zaid selalu bisa melakukan tugasnya dengan baik, meskipun tugas tersebut sangat berat. Zaid bin Tsabit adalah seorang ulama yang kedudukannya sama dengan para ulama islam, khususnya untuk penyelamatan al-Qur'an. Ia membuktikan jika dirinya adalah pengikut Rasulullah Saw. yang turut memuliakan kitab suci al-Qur'an. Ia tidak sekedar menghafalkan al-Qur'an, namun juga mempelajari sebagai ilmu pengetahuan yang ada di dalamnya, termasuk ilmu faraid. Rasulullah Saw. bersabda, "Umatku yang paling menguasai ilmu faraid adalah Zaid bin Tsabit."

Riwayat tersebut diperkuat lagi dengan sabda Rasulullah Saw., "Umatku yang paling penyayang adalah Abu Bakar, yang paling kuat kesaksiannya di hadapan Allah adalah Umar, yang paling diakui perasaan malunya adalah Utsman, dan yang paling menguasai faraid adalah Zaid bin Tsabit." (HR.Nasa'I dan Ibnu Majah).

Semasa hidupnya, Rasulullah Saw. sangat menyayangi Zaid. Ia diberi banyak kepercayaan, bahkan kepercayaan yang paling sulit sekalipun. Bagi Rasulullah Saw. Zaid adalah sahabat terbaiknya. Ketika Zaid wafat, Abu Hurairah berkata, "Telah wafat orang terbaik dari umat ini. Semoga Allah Swt. Menjadikan Ibnu Abbas sebagai penggantinya."

Zaid wafat di Madinah pada tahun 45 H dalam usia 56 tahun (dalam riwayat lain, ia wafat tahun 51 H atau 52 H). kepergiannya ditangisi oleh seluruh penduduk Madinah. Banyak orang yang merasa kehilangan, di antaranya Ibnu Abbas, yang berkata, "Hari ini telah pergi seorang ulama besar dan tokoh cendekia." Kini, atas semua dedikasinya terhadap Islam, namanya agung sepanjang masa.

daftar bisnis ustad yusuf mansur