Kamis

AIR MATA CINTA UNTUK UMAT ISLAM

Ubai bin Ka'ab
Sahabat yang Senantiasa Menitikkan Air Mata Cinta bagi Umat Islam

Nama lengkapnya adalah Ubai bin Ka'ab bin Qais Abu al-Mudzir al-Anshari al-Madani. Semasa hidupnya, ia selalu dekat dengan kebiasaan menghafal al-Qur'an. Ia selalu menyempatkan diri membaca al-Qur'an siang-malam, dan khatam dalam delapan malam.

Umar bin Khathab pernah berkata, "Qari palingbaik di antara kami adalah Ubai." Ketika membaca al-Qur'an, Ubai selalu dalam posisi yang sangat tenang dan khusyuk. Ia membaca ayat-ayat Allah Swt. Dengan konsentrasi yang tinggi. Sehingga, setiap huruf yang keluar dari lisannya adalah benar dan fasih.

Umar juga pernah berkhutbah di Jabiyah. Di tengah khutbahnya, ia berkisahtentang Ubai di depan para jamaahnya. Umar berkata, "Barang siapa yang hendak menanyakan tentang al-Qur'an, datanglah kepada Ubai."

Pernyataan Umar ini bukan tanpa dasar. Sebab, Ubai memang memiliki kematangan pemahaman tentang al-Qur'an. Ia telah menjadikan al-Qur'an sebagai sumber kebaikan dalam ucapan dan perbuatannya. Ia selalu menasihati orang-orang untuk menjadikan al-Qur'an sebagai pedoman dalam setiap perbuatan.

Dan, Ubai adalah sekretaris kepercayaan Rasulullah Saw. sebelum Zaid bin Tsabit. Setelah Zaid ditunjuk oleh Rasulullah Saw. untuk menggantikan posisinya, ubai masih terus bersama-sama membantu Zaid dalam mengumpulkan wahyu Allah Swt.
Ubai dan Zaid adalah sahabat yang paling tekun menulis wahyu dan banyak surat. Keduanya menulis wahyu dalam pengawasan Rasulullah Saw. secara langsung. Pada suatu hari, Rasulullah Saw. berkata kepadanya, "Wahai Ubai bin Ka'ab, saya dititahkan untuk menyampaikan al-Qur'an kepadamu."

Ubai pun bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah ibu bapakku dan aku disebutkan di dalamnya?"

"Benar. Namamu dan turunanmu di tingkat tertinggi."

Bukan main senang hati Ubai. Ia sangat bersyukur atas pernyataan yang disampaikan oleh Rasulullah Saw. tersebut. Sebab, seorang muslim yang mempunyai kedudukan seperti ini, pastilah seorang muslim yang amat agung. Dan, jika dirinya serta keluarganya termasuk golongan yang agung, itu artinya mereka telah memberikan kontribusi besar terhadap agama yang sangat mereka agung-agungkan itu.

Setelah Rasulullah Saw. wafat, Ubai bin Ka'ab tetap setia dan tekun, baik dalam beribadah, teguh dalam beragama, dan utamaalam keluhuran budi. Ia terus menyebarkan dakwah islam bersama para sahabat lainnya. Melalui majlis-majlis, ubai memberikan ilmunya, khususnya tentang ilmual-Qur'an. Ia menjadi guru besar yang dihormati. Ia juga dibutuhkan pembesar-pembesar islam dalam menyerukan kebaikan dan pengetahuan islam pada khalayak.

Ubai juga senantiasa mengingatkan masyarakat yang lalai akan kewajiban keislamannya. Ia selalu mengulas kembali cara hidup Rasulullah Saw. sebelum wafat. Ubai terus menyerukan kebaikan karakter dan pribadi kepada sahabat-sahabat lainnya. Ia terus menanamkan keimanan di hati mereka, kezuhudan, kebagusan akhlak, serta kefasihah membaca dan menghafal al-Qur'an.

Ia pernah bersedih melihat sahabat-sahabat muslim sepeninggal Rasulullah Saw. banyak yang lalai, meremehkan, bahkan meninggalkan ajaran islam. Kesedihannya itu pernah ia ucapkan begini, "Selagi kita bersama Rasulullah tujuan kita satu… tapi, setelah ditinggalkan beliau, tujuan kita bermacam-macam; ada yang ke kiri, dan ada yang ke kanan…" melihat kenyataan yang seperti ini, Ubai hanya bisa mendoakan dan membimbing kaum muslimin semampunya untuk kembali ke jalan yang benar, jalan yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw.

Ubai bin Ka'ab juga selalu menangis setiap teringat akan Allah Swt. Dan hari akhir. Jika sedang membaca al-Qur'an dan sampai pada ayat-ayat yang menerangkan tentang Hari Akhir, ia selalu gemetar dan menangis. Apalagi, jika sampai pada ayat ini, "Katakanlah, 'Ia kuasa akan mengirim siksa kepada kalian, baik dari atas atau dari bawah kaki kalian, atau membaurkan kalian dalam satu golongan berpecah-pecah, dan ditimpakan kalian perbuatan kawannya sendiri." (QS. Al-An'aam[6]; 65).

Adapun yang paling ia takutkan adalah, suatu hari kelak, akan datang suatu generasi umat yang saling berselisih dan berperang. Padahal, mereka saudara seiman dan seagama. Dalam kesendiriannya, ia selalu menitikkan air mata. Hatinya yang gundah gulana ia serahkan pada Allah Swt. Dan, ia tak pernah lupa mendoakan kaum muslimin, baik di masanya atau di masa mendatang. Ia memohonkan pada Allah Swt. Keselamatan, berkat, karunia, dan rahmat-Nya. Ia tidak ingin terjadi perpecahan di kalangan kaum islam. Ia ingin seluruh umat islam bersatau sampai Hari Akhir datang.

Betapa mulia doa yang dilantunkan oleh Ubai bin Ka'ab. Semua itu tak lain karena rasa cintanya yang sungguh besar terhadap islam.

Ubai akhirnya wafat di Madinah tahun 20 Hijriah. Di hari wafatnya, Umar berkata "Hari ini telah meninggal seorang tokoh islam, semoga Allah Swt. Meridhainya."

Namanya harum dan akan senantiasa dikenang sepanjang masa.


daftar bisnis ustad yusuf mansur