Rabu

MENJADI MAHASISWA TERBAIK dan MENDAPATKAN JODOH

Rahman – Jakarta

Kisah ini dialami teman satu asrama saat aku kuliah di Al-Azhar, Mesir. Sebut saja namanya Azis. Waktu itu, keinginan temanku untuk berhaji memenuhi panggilan Ilahi sangat kuat. Dan di saat yang sama, ada seorang akhwat yang seangkatan dengannya juga berkeinginan untuk pergi haji. Namun, Pemerintah Saudi mensyaratkan bagi setiap perempuan yang ke Tanah Suci harus memiliki mahram. Keputusan ini sifatnya mutlak dan tidak bisa ditawar.

Akhirnya mau tidak mau akhwat tersebut mencari muhrim yang siap mendampinginya untuk memenuhi persyaratan tersebut. Sebenarnya ada beberap orang yang siap mengaku menjadi muhrim akhwat tersebut, tetapi karena pertimbangan akhlak, dan perilaku yang mulia, maka akhwat itu memutuskan untuk meminta kawanku menjadi muhrimnya.

Setibanya di Makkah, keduanya melakukan umroh dan tidak lupa memanjatkan doa di depan Ka’bah untuk kebaikan dunia dan akhirat tentunya juga memohon kebaikan urusan kuliah karena keduanya masih kuliah. Tidak lupa keduanya juga meminta supaya diberi pasangan yang sholeh dan sholehah.

Allah Maha Mangabulkan doa hamba-hamba-Nya yang taat beribadah kepada-Nya. Pada tahun itu juga, keduanya (kawanku dan akhwat tersebut) memperoleh nilai terbaik di kelasnya dan dinobatkan sebagai mahasiswa dan mahasiswi Indonesia di Al-Azhar yang paling berprestasi di kelasnya.

Tidak dinyana, keduanya pada saat berangkat hji masing-masing sudah memiliki pcar atau tambatan hati dan selang beberapa tahun kemudian keduanya memiliki perasaan suka sama suka. Dan akhirnya pada bulan November tahun kemarin keduanya berikrar mengikat janji suci tuk bersama-sama membangun keluarga islami. Demikianlah, Allah menautkan hati hamba-hamba-Nya melalui jalan yang tidak disangka-sangka.

daftar bisnis ustad yusuf mansur