Minggu

MENJADI KAYA RAYA KARNA RAJIN SHALAT DHUHA dan SEDEKAH



Bisa Naik Haji dan Kaya Raya Setelah Rajin Mengamalkan Shalat Dhuha dan Sedekah

        Sebuah gudang kecil berukuran 2x2 meter di pasar Kliwon, tak bakal dilupakan oleh haji Hamdani. “Disitulah dulu saya mengontrak pada tahun 2000.” Kata pengusaha garmen yang kini memiliki lima rumah mewah ini. Bahkan Hamdani sempat membawa ustadz mampir ke bangunan yang baginya benar-benar sangat bersejarah itu.

        “Saya ingin menunjukkan kepada Ustadz, bagaimana kehidupan saya berubah dratis berkat shalat Dhuha dan sedekah.” katanya.

        Sewaktu hidupnya masih merayap, ia berjumpa kali pertama dengan ustadz di sebuah seminar. Dan ia mengikuti petuah ustadz untuk memperbaiki dan memperbanyak ibadah dan sedekah. berturut-turut selama 40 hari, ia shalat Dhuha. Sedangkan istrinya puasa senin-kamis.


        Lima bulan beselang, pintu-pintu rejekinya mulai terbuka. Kadang-kadang lewat jalan yang tak terduga. Misalnya, suatu ketika ia membayar indent DP mobil Xenia sebesar Rp. 5 juta. Setelah itu Hamdani menelepon ibunya, minta doa agar mobil yang ingin dibelinya untuk sang ibu itu cepet turun dan terlunasi cicilanya. Ibu hamdani pun girang dan seketika mendoakan anaknya.

        “Setelah itu saya pulang. Belum juga masuk rumah, seorang rekan menelepon mau meminjam perusahaan untuk ikut proyek. Saya mendapat fee 2,5 % yang nilainya sekitar 100 jutaan. Eh, tak lama kemudian orang dealer membritahu, mobil pesanan saya bisa cair lebih cepat 5 bulan. Langsung saya lunasi.” Tutur Hamdani.

        Lalu ketika membayar DP ongkos naik haji buat ayahnya, Hamdani lagi-lagi minta doa restu. Apalagi ia hanya punya waktu 7 hari untuk melunasi ONH sebesar Rp 40 juta.

        Pada hari ke-3, proposal tender Hamdani mendapat apresiasi. Dan meskipun 100% order itu dia dapat, Hamdani nekad meminjam uang kepada temanya dengan jaminan keuntungan order tersebut. “Kalau orderanya nggak dapat, gimana?” tanya si teman. “Saya yakin dapat, karena saya memintanya langsung kepada Allah SWT.” jawab hamdani.
       
Dan benar, order pun diperoleh Hamdani, dengan keuntungan sekitar Rp. 150 juta. “Alhamdulillah, ayah saya naik haji, hutang saya lunas, dan masih ada kelebihan untung.” Tuturnya.

        Menjadi pengusaha garmen, juga diyakini Hamdani sebagai buah dari kerja keras yang disertai dengan ibadah dan sedekah. inilah debutnya sebagai pengusaha, setelah melakoni karier sebagai pekerja di sebuah pabrik textil. Tahun 1999 ia tinggalkan perkerjaannya di pabrik textil dan terjun ke dunia garmen, mengerjakan pesanan kaos, jaket dan celana jeans, dan sebagainya. Puncaknya ketika hasil produksi pabrik garmenya berhasil merajai pasar garmen di lingkup ASEAN.


daftar bisnis ustad yusuf mansur