Rabu

BANGKIT DARI KETERPURUKAN DENGAN RUTIN TAHAJUD



Tahun 2009, aku mengalami masa-masa yang cukup sulit. Salah satunya adalah kesedihan karena calon istri, begitu juga tentang ketatnya persaingan dunia usaha. Usahaku membutuhkan keberanian yang tinggi karena aku bekerja di bidang cleaning service, tapi bukan celaning service sembarangan, melainkan yang khusus membersihkan gedung-gedung bertingkat di jakarta, hal ini membutuhkan kehati-hatian yang besar dan tentu saja tidak boleh takut berada di ketinggian. Sementara keluarga menganggapku belum bekerja kalau aku belum menjadi PNS. Aku berusaha menetralkan semua. Aku tingkatkan lagi baik kuantitas maupun kualitas shalat malam. Sejak saat itu, aku mulai sering gampang menangis karena rindu kepada Allah.

Pernah suatu ketika usai melakukan shalat malam, saat itu aku merasa sedih dan gelisah, sampai aku jatuh tertidur. Aku bisa tertidur diatas sajadah shalatku. Dalam tidur itu aku merasa ruhku bangkit dari jasadku, kemudian bercermin di cermin sebelah tempat tidurku. Dalam cermin, aku jelas melihat seluruh tubuhku. Dan sesaat kemudian hatiku gelisah dan tersentak melihat retina mata kananku mengelupas dalam cermin itu. Tiba-tiba sosok setinggi aku dengan wajah mirip bapakku dan lebih muda, menepuk punggungku dari belakang. Dia mengatakan dan memberi jawaban, “Kamu sudah mengenal Allah cukup lama...”

Sejak saat itu, aku merasa malu kalau melakukan perbuatan buruk sekecil apapun. Aku malu pada sosok dalam mimpi itu yang mengatakan kepadaku kalau aku sudah mengenal Allah tetapi perbuatanku ternyata menunjukkan sebaliknya, hal ini terbukti karena hidupku tak bermakna bagi hamba-Nya yang lain.

Mimpi yang aneh tersebut memberiku inspirasi, sehingga kemudian aku buka usaha cleaning service bareng teman-teman. Sekarang Alhamdulillah, jalan rejeki tidak pernah berhenti. Bahkan usaha cleaning service itu perlahan-lahan mendatangkan hasil dan lambat laun bisa memperkerjakan 20 karyawan dan mampu menggajinya.

Orangtuaku yang dulu menganggapku belum memiliki
 pekerjaan bila belum menjadi PNS, sekarang berbalik 180
derajat karena melihat keberhasilanku dalam usaha cleaning
service tersebut. Mereka pun semakin bangga padaku setelah aku
mampu memberangkatkan kami sekeluarga untuk berhaji di
Tanah Suci.

Dari fee hasil kerja, aku tidak pernah lupa untuk membantu siapa saja. Termasuk membiayai sekolah anak-anak yatim yang kesulitan biaya sekolah.

Dan tahajud, bagiku, merupakan upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah sehingga menjadikan kita sebagai hamba yang pandai bersyukur, Insya Allah.

daftar bisnis ustad yusuf mansur