Rabu

AGAR SEDEKAH DITERIMA ALLAH SWT



Sedekah yang kita keluarkan bisa saja hanya merupakan perbuatan baik semata dan tidak bernilai ibadah jika kita melakukan hal-hal yang dapat merusak pahala sedekah. Untuk itu kita hrus menjaga agar sedekah kita tetap bernilai ibadah dan diterima Allah Swt. Adapun cara agar sedekah yang kita keluarkan diterima Allah Swt dan diberikan balasan berupa pahala, di antaranya:
a.   Ikhlas karena Allah Swt semata.
Segala ibadah yang kita lakukan hendaknya hanya untuk Allah Swt semata dan mengharap ridha-Nya, termasuk sedekah. Ibadah bukan untuk riya, pamer, dan sombong serta mengharapkan balasan dari orang lain. Memang untuk menjadi ikhlas dalam segala hal tidaklah mudah, tetapi kita harus selalu berusaha untuk mengikhlaskan apa pun untuk berjuang di jalan Allah Swt. Agar bisa ikhlas dalam bersedekah, kita bisa menganggap apa yang kita punya hanyalah titipan Allah Swt dan diminta untuk dikembalikan lagi kepada-Nya.

b.   Tidak menyakiti hati penerima sedekah.
Salah satu hal yang dapat merusak pahala sedekah dan menjadikannya tidak diterima di sisi Allah Swt adalah mengungkit dan menyakiti hati orang yang menerima sedekah. Sedekah yang diiringi dengan menyebut-nyebut pemberian yang telah diberikan tentulah sangat menyakiti hati orang yang menerima karena ia akan merasa menjadi orang yang sial dan selalu butuh bantuan. Allah Swt berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartany karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah Swt dan hari kemudian. Maka, perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Baqarah[2]; 264)

c.  Menampakkan sedekah untuk motivasi dan menyembunyikannya agar keikhlasan terjaga.
Menampakkan sedekah atupun menyembunyikannya adalah sama baiknya bila dengan tujuan yang mulia. Akan tetapi, menyembunyikan sedekah lebih baik karena lebih terjaga dalam hal keikhlasan dan tidak jatuh dalam menyakiti perasaan hati orang yang menerima. Sedangkan menampakkan sedekah tidaklah dilarang selama untuk memberi motivasi orang lain agar turut mengeluarkan sedekah. Dalam menampakkan sedekah kita harus berhati-hati agar tidak menjadi riya dan sombong sehingga menghilangkan pahala sedekah.

Allah berfirman: “jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah Swt akan menghapus dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah Swt mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah[2]; 271)

d.   Bersedekah dengan yang terbaik..
Hendaknya ketika bersedekah maka barang yang kita sedekahkan adalah yang paling baik yang kita miliki, bukan barang jelek yang kita enggan untuk menggunakan dan memakainya. Memang bersedekah dengan sesuatu yang baik dari harta yang kita miliki tidaklah mudah dan berat, tapi itu menunjukkan keikhlasan dan ketidakterikatan kita terhadap harta kita. Kita hrus belajar membiasakan diri untuk selalu mengeluarkan sedekah dari harta kita yang baik sehingga akhirnya menjadi kebiasaan dalam bersedekah. Allah Swt berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dn, janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Mha Terpuji.” (QS. Al-Baqarah[2]: 267)

daftar bisnis ustad yusuf mansur