Selasa

PENGHALANG RIZKI KARENA DOSA KEPADA MANUSIA



Penghalang rezeki yang berupa dosa atau kesalahan kita sama manusia. Dalam hal ini saya juga banyak jatuhnya. Bagi para pembaca yang pernah merasa saya sakiti, saya minta maaf ... Semoga Allah memaafkan kita semua dan memberikan kesempatan kepada kita untuk mengurus kita di dunia sebaik-baiknya, supaya kita nanti menghadap Allah dalam keadaan Yauma laa yanfau maalu wa laa banuun, illa man attawa biqolbin saliim. Hati kita udah bersih, dosa kia udah nggak ada.

Sekali lagi, kalau kita ingin jadi pengusaha, bersihkan dosa kita dahulu. Banyakin istighfar, tegakkin yang wajib dan hidupkan yang sunah.

“Terus ustadz, kalo ada dosa sama manusia gimana?”

Kalau kita kerjaannya suka nyusahin orang, nyulitin orang, nanti kesulitan dan kesusahan itu akan kembali ke diri sendiri, bukan ke siapa-siapa, tapi ke diri sendiri.

“Ustadz, gimana kalau misal kita punya salah sama seseorang tapi kita tidak berani mendatangi dia?”

Itu manusiawi. Caranya adalah kita berdo’a sama Allah supaya diberi keberanian, diberi kesempatan, dan diberi peluang untuk bertemu orang tersebut dalam keadaan orang tersebut sudah bisa menerima kita. Sudah memaafkan kesalahan kita.

Saya sering bilang kepada calon pengusaha, kepada karyawan yang ingin berhenti bekerja dan ingin memulai untuk menjadi pengusaha, apa yang sudah saudara siapkan?

Mayoritas menjawab “Alhamdulilah, ustadz, saya sudah memiliki tabungan yang cukuplah untuk hidup sebelum nanti dapat proyek. “Buat saya ini bahaya ...

Atau juga yang menjawab, “Kebetulan saya punya keahlian ngebetulin mobil, terus ada beberapa teman yang memepercayakan reparasi mobil perusahaannya kepada saya. Jadi udah punya proyek.”
Atau ada lagi yang jawab, “Saya sudah punya ini, sudah punya itu, sudah siap, sudah siap itu,...” tapi semuanya dunia. Buat saya ini masih masalah.

Persiapannya berupa skill atau koneksi. Semuanya orientasi dunia. Buat saya ini bahaya. Kenapa masalah? Karena misal, saudara berhenti kerja, lalu belum mulai bisnis, ternyata anak Saudara sakit sehingga membuat tabungan saudara habis. Akhirnya saudara tidak bisa mulai usaha. Atau, begitu saudara berhenti kerja, lalu saudara memulai usaha, ternyata usaha saudara rugi, saudara bangkrut.

Ini semua masalah, karena kita masih menyandarkan diri kepada dunia, bukan kepada Allah Swt. Padahal, itu semua masih semu, masih belum pasti. Jadi seharusnya ketika ditanya apa sudah dipersiapkan untuk jadi pengusaha? Jawabannya adalah akan  meningkatkan shalat malam, akan memperbanyak tobat. Itu yang benar. Kalaupun  saudara tidak jadi pengusaha, duit saudara akan tetap banyak! Sebab rezeki itu mau jatuh ke pekerja, ke pengusaha, nilai akhirnya akan sama saja.

Rezeki itu dilihatnya dari “skor akhir” , kita sering melihatnya hanya di depan. Misal, ada yang menanyakan “Ustadz, kalau shalat tepat waktu itu benar memperlancar rezeki, kenapa marbot masjid miskin?”

Nah, ini masalah. Pertama, rezeki itu Allah yang memberi, jadi jangan tanya saya! Kedua, memang apa benar marbot itu lebih miskin dari pengusaha? Coba sandingkan marbot masjid itu dengan pengusaha. Cek jantungnya, cek ginjalnya, cek kesehatannya, asal ketemu dengan pengusaha yang tidak sholeh, kalah pengusaha itu. Kalah!
                                                ***
Saya tekankan sekali lagi, mari kita cek urusan kita sama Allah dan urusan kita sama manusia. Kemudian, sebisa mungkin kita bersihkan salah dan dosa kita. Bukan berarti kita benar bersih atau tidak. Penting adalah usahanya. Jangan sampai Allah melihat saudara tidak ada usahanya. Intinya terus berproses.

Jadi, modal pertama untuk jadi pengusaha adalah iman. Saudara shalat, saudara doa. Karena yang punya harta, yang pegang hati tiap manuia adalah Allah. Kalau kita sudah minta kepada Allah, Allah sendiri yang akan bukakan jalannya ...

Kalau kita ke Allah dulu, tidak akan ada ruginya. Minta ampun sama Allah, berdoa kepada Allah. Saudara teruuuus lakukan itu. Insya Allah, nggak ada lagi yang menghalangi rezeki saudara. Karena kata Allah, “Kalian datang kepadaKu dengan dosa sebesar gunung, Aku akan memberikan ampunan sebesar gunung pula. Kalian datang dengan dosa sebanyak buih di lautan, Aku punya ampunan yang lebh banyak daripada di lautan” Innallaha ghofuururrahiim...

daftar bisnis ustad yusuf mansur