Rabu

ISTIGHFAR SEBAGAI PEMBUKA PINTU PERTOLONGAN ALLAH SWT


8 prinsip dasar menjadi pengusaha. prinsip-prinsip ini bisa diterapkan bukan hanya untuk menjadi pengusaha saja, tapi untuk menjadi apa saja. 7 Prinsip tersebut adalah :



1. Iman

keyakinan bahwa hanya Allah yang berkehendak, hanya Allah yang bisa memberikan ini itu, hanya Allah yang memberikan ridho, hanya Allah yang bisa membuat kita berhasil, dan hanya Allah pula yang bisa membuat kita hancur.

2.  Faghfilana, yaitu Senantiasa minta ampunan kepada Allah Swt.

3.  Waqina’azabannaar

Kalau mau menjadi seorang pengusaha yang mendapat dunia dan akhiratnya Allah, kita harus menjaga diri kita dari apa-apa yang membuat Allah menyeburkan diri kita ke neraka. Punya hutang banyak, masalah tidak? Jika menurut kacamata Allah, kalau dengan berhutang itu Saudara semua bisa keluar dari neraka, dan menjadi masuk surga, taat, cinta pada Allah, menjadi rajin berderma, rajin ke masjid, maka hutan itu adalah berkah untuk Saudara semua.

4.  Ash-Shobiriinna, Harus senantiasa bersabar dalam segala kondisi

5.  Ash-Shodiqiina, Senantiasa Jujur dan Lurus jalannya

6.  Al-Qonitiina, Senantiasa Taat.

Waktu metting kita jalankan dengan baik tanpa melupakan waktu dhuha, ketika metting bentrok dengan shalat Zhuhur kita pilih shalat Zhuhur. Itulah yang dinamakan dengan Al-Qonitiina, kita berzakat, bersedekah, kita mahabbah sama orang tua, kita mahabbah sama guru.

7.  Al-Munfiqiina, menafkahkan harta di jalan Allah. Baik lapang maupun sempit, baik senang maupun susah, baik lagi gembira maupun sedang sedih, baik sedang kelebihan atau kekurangan uang.

8.  Wal mustaghfiriina bil ashhaar, yakni kita beristighfar di waktu sahur. Apa hubungannya dengan kita mendapatkan dunia dan akhirat?



Saudara-saudara, sepanjang yang saya amati, sepanjang riwayat hidup orang-orang yang sudah sukses di dunia dan juga sukses secara akhirat. Fisik yang tampan, kesehatannya bagus, usianya panjang, rata-rata mereka ini memiliki satu tebiat bagus sekali, yakni memperpanjang malam.



Prinsip dasar yang kedelapan adalah prinsip dasar yang terkait dengan shalat malam. Di surah Ali Imran Ayat 14-19, saudara akan mendapati prinsip yang kedelapan, yakni beristighfar di waktu sahur. Terkandung makna dari ayat ini adalah kita menegakkan ibadah shajat tahajud, kita menegakkan shalat sunnah witir, dan tentu saja ditambah dengan istighfar.

      

Beristighfar di waktu sahur termasuk dalam kedelapan prinsip dasar yang terkandung dalam surah Ali Imraan ayat 14-19, kenapa? Rahasianya sebenarnya sederhana saudara-saudara, Allah seperti mengundang saudara, Allah kemudian mendekat untuk kemudian merapat pada saudara.



Seharusnya kita merapat pada Allah, tidak tanggung-tanggung saudara, rapatnya langsung dengan Allah, yang punya segala ketetapan. Tapi memang dasarnya kita tidak mengerti, jangankan tengah malam, tengah hari bolong saja Allah datang tidak ada yang paham.



Allah datang ke gedung-gedung tinggi, ke perusahaan-perusahaan besar, namun apa yang terjadi? Orang-orang yang didatangi Allah tidak paham, yang menyambut malah orang-orang kecil, satpam misalnya, yang menyambut kedatanganNya dengan adzan, dengan shalat berjamaah, dengan keadaan peci miring dan celana masih tergulung. Kapan orang-orang keren dan besar seperti presiden direktur menjadi salah satu orang yang menyambut Allah?



Oleh karena itulah, saya berdoa pada Allah agar saya menjadi pengusaha besar, kalau bisa perusahaan saya termasuk ke dalam fortune 500. Tapi buat apa kita menjadi nomor satu kalau kita tidak ada bangun malam, yang penting buat kita kan bukan perkara menjadi nomor satu di manusia saja, tapi juga nomor satu di sisi Allah Swt.



Kita harus punya prinsip, katakanlah kita punya omzet Rp 500 milyar sehari, namun kita tetap shalat waktu 5 kali sehari. Insya Allah, kita yang punya Tuhan akan sukses, masa hanya orang-orang yang tidak punya Tuhan, yang tuhannya adalah uang yang bisa sukses? Masa kita yang punya Allah nggak bisa? Hanya saja ibaratnya Tuhan mereka telah mereka pakai, sedangkan Tuhan kita tidak kita pakai seperti mereka memakai tuhan mereka.

      

Kenapa sih disebut sebagai istighfar pada waktu sahur? Saudara sadar tidak bahwa yang datang kepada kita setiap hari adalah pemilik jagat raya ini, yang jika Allah berkenan Ia akan perintahkan semua orang membantu kita. Allah, Tuhan kita, adalah Dzat yang Maha Kaya, makanya cari Allah jangan cari yang lain. Dan sebenarnya kita tidak perlu mencariNya ke mana-mana, karena Dia sudah datang setiap hari. Kita hanya perlu beristighfar di waktu sahur, kita bagun malam untuk tahajud, Allah akan senang sekali...

      

Ketika saudara butuh pertolongan, datanglah ke Allah. Allah bilang, “kalian butuh pertolonganKu? Ya sudah, mana mobil kalian, sedekahin saja, nanti Aku tolong. Mana uang kamu? Sedekahin aja, sedekah saja, nanti Aku tolong.” Itu janji Allah. Dan Allah adalah sebaik-baiknya Maha Pemenuh Janji. Jadi, tunggu apalagi, segera datang kepada Allah, minta tolong pada Allah lewat shalat Dhuha, Shalat Tahajud, dan istighfar di waktu sahur.


daftar bisnis ustad yusuf mansur