Jumat

SIFAT DERMAWAN IMAM HASAN

Imam Hasan adalah putra tercinta Imam Ali bin Abi Thalib. Beliau memiliki kezuhudan dan kebijaksanaan yang luar biasa. Ketika masih belia, ia sudah pandai menafsirkan al-Qur’an.

Pada suatu malam, Imam Hasan sedang berjalan-jalan dan beliau mendengar suara orang yang sedang berdoa. Dalam munajatnya, orang itu memohon kepada Allah agar dikaruniai rezeki 10.000 dirham untuk menutup kebutuhannya yang sangat mendesak.

Mendengar doanya itu, Imam Hasan lalu pulang dan menyiapkan uang sebesar itu. Beliau lalu menyuruh pembantunya untuk menyerahkan uang sejumlah 10.000 dirham kepada orang yang semalaman berdoa di rumahnya.

Di waktu lain, ada salah seorang sahabat Imam Hasan yang mengeluh atas kesulitan hidup sehari-hari. Imam Hasan seketika itu memanggil salah seorang pembantu yang mengurus keuangan rumah tangganya. Imam Hasan menyuruh pembantunya untuk menghitung berapa uang yg dibutuhkan untuk keperluan keluarganya itu dalam waktu tertentu dan berapa uang persediaan yang masih ada.

Imam Hasan lalu meminta supaya kelebihannya diserahkan kepada sahabatnya. Pembantunya itu lalu menyerahkan uang sebanyak 50.000 dirham. Akan tetapi, Imam Hasan masih bertanya, “Uang yang 500 dinar yang ada pada Anda digunakan untuk apa?” “Uang itu masih saya simpan.” Jawab pembantunya.

Kemudian Imam Hasan meminta kepada pembantunya supaya uang 500 dinar itu juga diberikan kepada sahabatnya. Dan setelah semua uang di terimanya, Imam Hasan masih meminta maaf karena hanya mampu memberikan pertolongan sebesar itu.

Pada suatu ketika, Imam Hasan ditanya oleh sahabatnya, karena ia menganggap beliau terlalu berlebih-lebihan dalam memberikan pertolongan kepada orang lain dengan berkata, “Kenapa Anda tidak pernah mau menolak orang yang datang meminta pertolongan?”
Imam Hasan menjawab, “Saya selalu meminta dan mengharapkan pertolongan Allah. Saya malu jika saya sendiri minta pertolongan, tetapi bersamaan dengan itu saya menolak orang yang meminta tolong kepada saya. Allah senantiasa membiasakan diriku dengan kebiasaan yang baik. Allah juga selalu melimpahkan nikmat-Nya kepadaku, dan saya sudah terbiasa memberikan nikmat yang saya terima itu kepada orang lain. Saya takut kalau saya memutuskan kebiasaan ini, Allah juga memutuskan untuk tidak memberikan pertolongan kepada saya.”

daftar bisnis ustad yusuf mansur