Rabu

KEUTAMAAN BULAN MUHARRAM BAGI UMAT MUSLIM


Apakah bulan suro adalah bulan keramat?

Di Indonesia orang menyebut bulan suro sebagai bulan keramat karena banyak orang yang mempunyai ilmu ghaib melakukan ritual khusus untuk memelihara kekuatannya. benarkah Bulan suro adalah bulan keramat? 


Bulan suro disebut juga bulan Muharram. Islam tidak menyebut bulan suro sebagai bulan keramat akan tetapi sebagai bulan haram / bulan suci / bulan yang dimuliakan. bahkan Allah SWT telah menetapkan bulan suro / bulan Muharram sebagai bulan yang dimuliakan jauh sebelum Islam datang tetapi sejak Allah SWT menciptakan langit dan bumi. Bulan suro termasuk satu dari 4 bulan yang mempunyai banyak keutamaan dibanding dari bulan bulan lainnya. 4 bulan yang dimuliakan Allah SWT adalah Bulan Dhulqoidah, dzulhijah, muharam (suro) dan bulan Rajab.


Rasulullah SAW Bersabda :"Ketahuilah bahwa bulan dan waktu itu berputar sejak Allah SWT menciptakan langit dan bumi 1 tahun 12 bulan dan diantaranya ada empat bulan yang dimuliakan, dihormati 3 bulan berurutan yaitu Dzulqo'dah, Dzulhijjah dan Muharram dan yang keempat terpisah letaknya sebelum bulan sya'ban yaitu bulan Rajab." (HR. Bukhari Muslim)


Allah SWT Berfirman :"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa." (QS. At Taubah : 36)


pada bulan yang diharamkan Allah SWT dilarang untuk melakukan perbuatan yang dzalim sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan tersebut, meskipun pada bulan - bulan biasa berbuat dzolim adalah dilarang oleh agama. akan tetapi berbuat dzalim pada bulan haram dosanya lebih besar jika dibandingkan dengan bulan - bulan biasa, begitu juga jika berbuat kebaikan maka pahalanya akan lebih besar dibandingkan dengan bulan biasa.


Rasulullah SAW Bersabda :"Sebaik baik malam adalah pertengahannya dan sebaik baik bulan adalah bulannya Allah yang kalian sebut dengan bulan Muharram." (HR.Nasai)


Rasulullah SAW Bersabda :"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yaitu Bulan Muharram. Sedangkan Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah Shalat malam." (HR.Muslim)


Pada zaman Jahiliyah yaitu masa sebelum datang ajaran Islam, umat nabi Ibrahim juga memuliakan bulan Muharram dengan cara menghentikan perang dan melanjutkan perang pada bulan selain bulan Muharram. hal ini berarti pada masa nabi Ibrahim juga menghormati bulan Muharram sebagai bulan yang dimuliakan, karena melarang umatnya untuk berbuat kedzaliman.


Selain itu bukti kemuliaan bulan Muharram antara lain :

1). pada bulan Muharram pemerintah Arab Saudi mengganti kiswah ka'bah
2). Pada Bulan Muharram terjadi peristiwa penting yaitu Allah SWT menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir'aun di laut merah. dengan adanya peristiwa tersebut Nabi Musa kemudian berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai wujud syukur kepada Allah SWT.
3). Nabi Muhammad juga memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada tanggal 10 Muharram seperti yang dilakukan oleh Nabi Musa. 
Puasa Asyuro / Puasa Muharram menghapuskan dosa dimasa lalu sedangkan puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun kemudian.

Ketika Muhammad SAW memerintahkan puasa 10 Muharram seperti Nabi Musa, para sahabat bertanya kepada Rasulullah :"Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani." lalu Rasulullah menjawab :"Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram, kita akan berpuasa pada hari kesembilan bulan Muharram." (HR. Bukhari dan Muslim).


Namun Rasulullah sudah wafat sebelum menjumpai bulan Muharram. oleh karena itu para ulama sepakat untuk memasukkan puasa tanggal 9 dan 10 Muharram sebagai puasa sunah untuk umat muslim. Selain itu supaya membedakan dengan umat Yahudi dan Nasrani disarankan untuk umat muslim berpuasa pada tanggal 11 Muharram sesuai dengan hadist dibawah ini :

"Berpuasalah pada hari asyuro dan berbedalah dengan umat Yahudi dalam hal ini. berpuasalah sehari sebelum atau sehari sesudahnya." (HR. Ahmad)