CARA CEPAT TEPAT BERANGKAT IBADAH UMROH

peluang usaha muslim travel umroh bersama wisataumrah.com

Minggu, 19 Oktober 2014

TERSADAR TENTANG KEMATIAN



Pak Prayitno – Jombang

Sebut saja namanya pak Prayitno. Waktu itu pak Prayitno pergi ibadah haji bersama isterinya ibu Nurul Azizah. Jauh sebelum keberangkatan ke tanah suci, pak Prayitno senantiasa bercita-cita minta mati atau diwafatkan Allah di Madinah Al-Munawaroh. Sebuh keinginan yang luar biasa, namun Allah rupanya tidak menghendaki.

Malam seusai pak Prayitno melaksanakan berbagai kegiatan ibadah di Masjidil Haram, dia langsung menuju tempat peraduan untuk istirahata melepas penat yang melekat.di tengah tidurnya, secara tiba-tiba saja suhu tubuhnya panas bukan main. Ia merasa bagai seekor cacing yang terpanggang api. Sang istri sudah berusaha membangunkannya, namun pak Prayitno sepertinya sekarat, ia berteriak-teriak: “Jangan! Jangan! Saya tidak mau mati di sini, tidaaakkk! Tidaaakkk! Saya tidak mau mati di sini! Saya tidak mau mati di sini! Saya hanya mau mati kalau mati di Madinah!”

Pak Prayitno terus berteriak sambil memegangi lehernya yang seolh-olah ada yang mencekiknya. Dn sang istri pun semakin kebingungan, ia berusaha memanggil jama’ah lain untuk menolong suaminya yang sekarat itu. Namun tidak menghasilkan sesuatu yang dapat mengubah keadaan. Pak Prayitno terus berteriak-teriak. Namun sekitar setengah jam kemudian pak Prayitno terlihat mulai sadar, ia pun terbangun dan langsung minta air kepada istrinya. Dengan terburu-buru ibu Nurul memberikan air minum.

Setelah air itu diminumnya, pak prayitno masih minta air lagi sampai beberapa gelas.

Setelah pak Prayitno tenang, istrinya menanyakn, sesungguhnya apa yang sedang terjadi. Dan pak Prayitno bercerita kalau tadi dia hampir mati. Setelah terbangun, pak Prayitno teringat kalau dia pernah memohon kepada Allah agar diwafatkan di Madinah. Namun baru saja dia merasa kalau nyawanya akan di cabut saat di Makkah. Dan dalam mimpinyatersebut dia tidak mau mati di sini. Pak Prayitno mau mati di Madinah sebab di Madinah maqam para syuhada.

Dan sejak kejadian mimpi tersebut pak Prayitno tersadar, bahwa kematian tidak boleh diminta. Dia pun sejak itu banyak melakukan istighfar kepada Allah.

MASUK ISLAM KARENA MELIHAT SHALAT JAMAAH DI MAKKAH



Ryan – Warga Amerika

Sebut saja namanya Ryan. Ryanadalah seseorang Amerika Non-Muslim yang saat itu sedang menyaksikan sebuah program Live (siaran langsung) di sebuah chanel televise. Pada saat itu, spontan Ryan terbersit rasa kagum yang membuncah. Hatinya bergetar menyaksikan kerumunan orang-orang di Masjidil Haram, ada lebih dari 3 juta orang pada waktu itu berkumpul untuk shalat Isya di malam terakhir bulan Ramadhan. Kondisinya sangat ramai dengan kerumunan orang-orang yang saling hilir mudik tidak beraturan.

Dia berfikir untuk merapikan barisan shalat dengan jumlah jamaah sebanyak itu membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Apalagi saat itu Masjidil Haram memiliki 4 tingkat. Jadi menurutnya Imam Masjid membutuhkan waktu dua belas jam untuk merapikan jamaah tersebut.

Dia memperhatikan bahwa jamaah haji tersebut berasal dari berbagai Negara dengan bahasa yang berbeda-beda. Kemudian dia kembali berfikir kalau demikian merapikn barisan shalat jamaah tersebut sangat sulit. Kemudian dia berfikir kalau barisan jamaah shalat tersebut akan tidak mungkin ditertibkan.

Akhirnya waktu shalat itupun dengan tanda bunyinya suara iqomah. Tampak Sheikh Abdur-Rahman as-Sudais (imam besar Masjidil Haram pada saat itu) berdiri di posisi paling depan seraya berkata: “istawu” yang artinya “luruskanlah shaf/barisan kalian masing-masing.”

Maka berdirilah jutaan jama’ah tersebut dalam shaf-shaf/barisan yang tersusun menjadi rapi, dan membutuhkan waktu tidak lebih dari dua menit. Spontan Ryan takjub melihat betapa agungnya agama ini, dengan memiliki sistemnya sendiri. Dipandanginy layar TV sejenak, dan kemudian ia mengucapkan kalimat syahadat. Sungguh hatinya bergetar.
Subhanallah…

Jumat, 17 Oktober 2014

AJAK AJAK SEDEKAH DAPET 500RB/HARI

BONUS BERKAH Rp. 500.000,-/hari

SEGERA bergabung bersama program CERDAS Ustad Yusuf Mansur dapatkan BONUS BESAR + SEDEKAH OTOMATIS ke seleuruh Penghafal Al-Qur'an HANYA DENGAN AJAK AJAK SEDEKAH selengkapnya klik disini wisata hati

Kamis, 16 Oktober 2014

RUTIN TAHAJUD BERBUAH JODOH YANG HEBAT



Tahun 2009 adalah tahun kelam bagi Anisa. Betapa pedih ia rasakan nasibnya bagi luka tersiram air cuka karena dikhianati oleh calon suami yang membatalkan secara  sepihak kesepakatan bersama untuk melangsungkan pernikahan . Calon suami yang telah berjanji untuk melamarnya pada hari yang telah disepakati, tetapi malah membatalkan tanpa pemberitahuan. Padahal waktu itu Anisa telah mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai guru agama di sebuah sekolah ternama di Yogyakarta dan memutuskan untuk pulang ke rumah karena akan dilamar oleh lelaki itu dan berjanji akan secepatnya menikahinya. Sebab, setelah menikah nanti, ia ingin memboyong Anisa ke Jakarta tempat dimana ia bekerja.

Betapa malu Anisa dan keluarganya karena peristiwa dan keluarganya karena peristiwa itu. Bukan karena Anisa tak kuasa menerima kejadian itu, tetapi mengapa dengan cara demikian lelaki itu meninggalkannya?




Di saat hati sedang kalut karena memikirkan peistiwa tersebut, setiap saat Anisa mengisi waktunya dengan doa semoga Allah memudahkan jalan hidupnya. Tak lupa Anisa selalu bangun malam untuk melakukan shalat tahajud agar selalu  ada kemudahan.

Selang beberapa bulan, ada seorang pria yang datang melamar Anisa. Singkatnya, tak berapa lama kemudian Anisa menikah dengannya. Orangnya ternyata jauh lebih shaleh tampan, dan penyabar, bahkan suaminya tersebut membawa Anisa ke Tanah Suci untuk berhaji sebagai ungkapan rasa sayangnya pada Anisa. Betapa bahagia hati Anisa, tiada henti ia berucap syukur kepada Allah SWT.

Sejak kejadian itu Anisa berpikir bahwa Allah SWT
Mempunyai cara tersendiri untuk memberikan yang terbaik.
Bisa saja apa yang kita kira baik ternyata buruk dan sebaliknya.
Oleh karenanya kita harus selalu berpikir positif atas setiap
Kejadian dalam hidup kita.

HADIAH ISTIMEWA UNTUK KEDUA ORANG TUA



Kisah nyata ini dialami kakakku, Syarifuddin Bahri. Awal mulanya, tanggal 15 agustus 2008 yang lalu, kami sekeluarga pergi ke Solo untuk menghadiri acara wisuda kak Bahri. Kak Bahri kuliah di sebuah universitas negri di sana. Setelah acara wisuda selesai kami diberi kejutan oleh kak Bahri, yaitu kami semua dibelikan tiket untuk ikut bersepeda santai esok harinya yang diselenggarakan oleh panitia wisuda, dan satu kejutan lainnya yaitu pemberitahuan bahwa kak  Bahri mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke tingkat S2.

Kami semua senang tapi bingung juga, bagaimana mendapatkan sepeda untuk masing-masing dari kami agar bisa ikut bersepeda santai esok harinya. Tapi rupanya kak Bahri sudah menyewakan sepeda untuk kami semua. Wah, kali ini kak Bahri benar-benar dermawan sekali.


Singkat cerita, esok paginya kami sekeluarga sudah berbaur dengan para peserta sepeda santai yang lain terdiri dari keluarga masing-masing wisudawan juga diikuti oleh kalangan umum. Dan yang mengejutkan, ternyata jumlah total peserta sepeda santai tersebut hampir mendekati sepuluh ribu orang. Benar-benar kolosal.

Kami sempat berangan-angan untuk mendapatkan doorprize yang cukup menggiurkan yang  disediakan dalam event tersebut. Diantaranya hadiah utama berupa Ongkos Naik Haji untuk dua orang, hadiah ke-2 yaitu unit mobil Xenia, dan hadiah ke-3 berupa 2 buah motor untuk dua peserta, selain itu juga banyak hadiah hiburan berupa kulkas, laptop, TV,dan barang-barang elektronik lainnya.

Kak Bahri tidak begitu berambisi untuk mendapatkan hadiah, dia Ikut bersepeda santai karena ingin merayakan wisuda dan sekaligus untuk syukuran karena telah lolos mendapat beasiswa S2.

Tibalah saat pelepasan para peserta sepeda santai. Setelah bendera tanda start dikibarkan, para peserta pun mulai mengayuh sepedanya mengikuti rute yang telah ditentukan.

Selesai acara sepeda santai, para peserta berkumpul di lapangan untuk menikmati acara hiburan yang diselenggarakan oleh panitia dan untuk menantikan acara pengundian doorprize. Namun setelah menunggu agak lama, ternyata penarikan undian Doorprize akan dilakukan esok harinya dan akan dimuat juga disitus kampus. Para peserta pun pulang dengan pikiran diliputi rasa penasaran, kira-kira siapa yang akan mendapatkan hadiah-hadiah yang serba wah itu.

Kak Bahri tidak begitu antusias dengan hasil undian doorprize, ia bahkan tidak membuka situs kampus. Hingga akhirnya salah seorang temannya menelepon dan memberitahukan bahwa nama kak Bahri tercantum di situs kampus sebagai pemenang utama doorprize berhadiah “Ongkos Naik Haji untuk dua orang”

Setelah tak percaya, kak Bahri pun buru-buru mengambil nomor undiannya dan langsung pergi ke tempat panitia untuk konfirmasi. Dan ternyata benar, kak Bahri memang pemenangnya.

Betapa senangnya Kak Bahri, kami sekeluarga juga
Ikut senang, apalagi ketika kak Bahri mempersembahkabn
Hadiah “Ongkos Naik Haji untuk dua orang” itu bagi ayah dan
Ibu. Ah, kak Bahri memang orangnya murah hati. Dia sangat
Tahu kalau ayah dan ibu sangat ingin pergi haji tapi tidak
Pernah mampu karena lebih mengutamakan membiayai kuliah
Kak Bahri, dan rupanya kak Bahri pun ingin membalas
Ketulusan ayah dan ibu, dan niat itu kini kesampaian.

RUTIN SEDEKAH 100 RIBU / BULAN DIANGKAT DARI KESULITAN



Di awal pernikahan, Maya dan Gilang masih tinggal di rumah orangtua dan terpikirlah untuk mencoba mandiri. Ketika menceritakan niat tersebut kepada orangtua, mereka malah dilarang. Tapi mereka nekad dan mengontrak sebuah rumah. Dan suatu hari tanpa sengaja mereka mendengarkan ceramah dari seorang ustadz Yusuf Mansur tentang sedekah yang akan mengabulkan semua permohonan. Sejak itu maka mereka berdua berniat untuk melakukan sedekah secara rutin. Gilang dan Maya menyisihkan 100 ribu setiap bulan untuk sedekah dengan harapan bisa memiliki rumah sendiri.

Belum tiga bulan berlalu, tiba-tiba mereka harus keluar rumah kontrakan, karena rumah tersebut sudah laku dijual. Disaat yang sama Gilang terkena PHK karena perusahaan melakukan pengurangan pegawai. Betapa sedih rasanya. Sikap hidup Gilang dan Maya yang kurang berpikir matang. Akan tetapi mereka tetap berkeputusan untuk belajar hidup mandiri. Dan sedekah 100 ribu tetap mereka usahakan sambil terus berusaha.


Akhirnya Gilang dan Maya terpaksa pindah ke kontrakan baru yang kurang layak dan itu membuat anak-anak sering sakit. Dan mulai saat itu, mereka berhemat dalam segala hal. Bahkan juga berhemat dalam makan, mereka hanya makan telur ditambah tepung.

Alhamdulillah... Melihat kesungguhan Gilang dan Maya untuk berupaya hidup mandiri akhirnya hati orangtua mereka pun tergerak. Walau masih marah akhirnya mereka mau mampir ke rumah Gilang dan Maya dan menghargai keputusan mereka mendapat restu dari orangtua.

Dari sini kondisi Gilang dan Maya mulai membaik, mereka mendapat kontrakan lebih layak dan Gilang mendapatkan promosi jabatan. Dan sedekah pun ditambah menjadi 200 ribu tiap bulan. Akan tetapi alhamdulillah, orangtua banyak memberi dukungan. Walaupun dalam keadaan sempit, alhamdulillah sedekah masih bisa berlanjut, dan Gilang pun akhirnya mendapat pekerjaan yang baru. Walau gaji tak seberapa, bahkan mereka sampai harus dikejar oleh debt collector karena tagihan motor belum bisa dibayar, mereka mencoba ikhlas.
Lalu cobaan datang kembali, si pemilik rumah kontrakan yang mereka pakai memutuskan bahwa 8 bulan lagi rumah akan mereka tempati sendiri karena anaknya bekerja di kota ini. Bingung kembali mereka. Bagaimana tidak, Gilang dan Maya terusir mendadak ditambah sekarang mereka mempunyai dua putra yang masih balita. Akan tetapi lagi-lagi pertolongan Allah kembali datang tak terduga.

Usaha mesin Gilang yang telah lama digeluti mendapat kontrak dari instansi pemerintah sebanyak 4 mesin sekaligus. Alhamdulillah yaa Rabbii... Keuntungan bersih langsung mereka terima, yang waktu itu sebesar 200 juta untuk setiap mesin dibayar dimuka walaupun mesin belum jadi saat itu.
       
Bukan bermaksud pamer menyebutkan jumlahnya,
Akan tetapi inilah janji Allah. Dua tahun mereka bersedekah
Dengan harapan suatu saat bisa mempunyai rumah sendiri,
Dan di saat yang tak  terduga Allah memberikan kepada mereka
Di waktu yang tepat. Semua rumah, bahkan bisa berhaji ke
Tanah Suci bersama keluarga. Alhamdulillah.

Sebagai tanda bersyukur, kini mereka menambah jumlah sedekah. Maka jangan ragu untuk bersedekah. Sedekah tidak membuat kita miskin, akan tetapi membuat harta kita semakin bertambah. Sungguh Allah Maha Kaya.



Info PELUANG USAHA SAMPINGAN untuk sahabat muslim


kesempatan bagi anda yang ingin berangkat umroh, dengan cara murah dan mudah, TERBUKTI sudah banyak sahabat lain yang berangkat ibadah umroh secara GRATIS dan mendapatkan BONUS 450 JUTA langsung ditransfer ke rekening.....

ads by google

Artikel Paling Populer