CARA CEPAT TEPAT BERANGKAT IBADAH UMROH

peluang usaha muslim travel umroh bersama wisataumrah.com

Selasa, 23 September 2014

AJAK AJAK SEDEKAH DAPET 500RB/HARI

SEGERA bergabung bersama program CERDAS Ustad Yusuf Mansur dapatkan BONUS BESAR + SEDEKAH OTOMATIS ke seleuruh Penghafal Al-Qur'an selengkapnya klik disini wisata hati

SEGITIGA PIKIRAN, ENERGI DAN REZEKI



Pikiran secara bahasa berasal dari kata piker yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti: 1) hasil piker; 2) akal dan ingatan; 3) akal (dalam arti daya upaya); 4) angan-angan dan gagasan; 5) niat dan maksud. Jika menengok arti pertama di atas bahwa pikiran adalah hasil dari berfikirnya manusia. Nmun, apakah sebenarnya berfikir itu sendiri? Berfikir berarti menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu. Berfikir merupakan kegiatan akal yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selama ini banyak anggapan bahwa manusia berfikir ketika terjdi masalah? Asumsi ini tidak salah, tetapi ada yang kurang dari pengambilan kesimpulan tersebut. Jika kita berfikir ketika hanya ada masalah, lalu apakah ketika tidak ada masalah kita tidak berfikir? Tentu tidak, otak dan akal kita tidak pernah berfikir karena jika kita berhenti berfikir maka kita telah mati. Sejatinya, dalam berfikir kita melakukan salah satu dari dua hal, yaitu membentuk pengertian baru dan menentukan keputusan.

Selama ini, kebanyakan manusia belum sadar benar akan potensi akal yang dimilikinya sehingga hanya sebagian kecil saja yang telah digunakan. Allah Swt menganugerahi manusia dengan akal untuk berfikir tentang kebesaran-Nya dan menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi ini. Pikiran yang dihasilkan oleh daya kerja otak menghasilkan gelombang-gelombang energy yang menarik daya lain yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh kesuksesan, keuntungan, maupun kebahagiaan.

Secara fisik, tempat kegiatan berfikir manusia adalah di otak. Para ahli biologi tubuh manusia, dokter, dan psikolog telah menemukan adanya hubungan aktivitas berfikir dengan aktivitas otak. Melalui pendekatan pemindaian dengan teknologi EEG para ahli meyakini bahwa proses berfikir manusia terjadi di organ otak. Lebi jauh dikatakan bahwa aktivitas otak yang terkait dengan proses berfikir adalah interaksi antar sel saraf otak membuat jembatan semu sinaps!

Berfikir merupakan kegiatan otak yang menghasilkan pikiran/pemikiran. Oleh sebab itu, agar hasil yang berupa pikiran atau pemikiran tersebut bernilai positif, mengandung manfaat, dan berguna bagi kepentingan sesame maka input yang menjadi bahan dalam kegiatan berfikir pun harus positif sehingga hasilnya pun positif, sebaliknya jika input-input yang kita masukkan bersikap negative dan merusak maka hasilnya pun akan negative. Saat seorang pengusaha ingin memiliki sebuah perusahaan dengan omzet yang banyk, tetapi input-input yang dimasukkan ke dalam otaknya adalah hal-hal yang negative, seperti bagaimana cara mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, korupsi, kolusi, mengesampingkan kepedulian social masyarakat sekitar tentu hasil pemikirannya pun akan menarik unsure-unsur negative lain sehingga bukan kesuksesan ;yang didapatkan tetapi ketidakberuntungan yang diperoleh, misalnya dipenjara karena terbukti korupsi dan sebagainya. Oleh sebab itu, kita senantiasa harus membiasakan diri untuk memberi input-input positif terhadap otak kita agar kegiatan berfikir di dalamnya menghasilkan sesuatu yang positif dn bermanfaat bagi sesama.

Dengan karunia akal dan otak, manusia diperintah untuk mempergunakan dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan dirinya maupun maslahat sesame dan maslahat alam. Cara terbaik untuk mempergunakan dan memanfaatkannya adalah dengan berfikir. Banyak ayat-ayat dalam al-Qur’an yang memerintahkan kita untuk melakukan aktivitas berfikir karena itu merupakan hal yang membedakn kita dengan makhluk lain.

“Dan dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya). (QS. An-Nahl [16); 12)

“Adakah yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.” (QS. Ar-Ra’d [13]; 19)

Bahkan, dengan tegas pula bahwa Allah Swt mencela manusia yang tidak mau berfikir dan menggunakan akalnya. Karena, orang yang tidak mau menggunakan akalnya sama dengan binatang atau bahkan lebih hina daripada binatang itu sendiri. Bentuk hinaan tersebut dalam redaksi al-Qur’an menggunakan kalimat-kalimat tanya yang mengandung makna negative, seperti, “apakah kamu tidak berfikir?” dan bentuk lainnya. Sebagaimana disebutkan dalam firman-firman-Nya;
“Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Mak apakah kamu tidak memahami?” (QS. Al-Anbiyaa [21]: 67)

“Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli, yang tidak mengerti apa-apa pun.” (QS. Al-Anbiyaa [8]; 22)

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berfikir?” (QS. Al-Baqarah [2]: 44)

“Hai ahli kitab, mengapa kamu bantah membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berfikir?” (QS. Ali Imran [3]; 65)

PIKIRAN dan ENERGI POSITIF AKAN MENARIK REZEKI POSITIF



Meraih kesuksesan dengan rezeki yang mengalir bak aliran sungai yang tak pernah berhenti bukanlah sesuatu hal yang mustahil untuk dilakukan. Banyak contoh yang dapat kita ambil dari orang-orang yang telah mengalami kesuksesan dalam hal rezeki atau financial, seperti kisah sukses Mery Riana menjadi miliader muda di usia 30 tahun, Ciputra dengan jaringan bisnisnya, dll.

Tokoh-tokoh yang disebutkan di atas tidak serta merta begitu saja sukses dalam bidangnya, melainkan butuh perjuangan panjang yang tak kenal lelah dalam menggapai mimpi-mimpi dan cita-citanya untuk sukses dan dan berbagi dengan sesama. Mereka bukan hanya sekedar berbagi harta yang dimiliki, tetapi juga kisah perjalanan hidup yang dapat memotivasi orang lain agar selalu berjuang mempertahankan dan mewujudkan mimpi-mimpinya. Karakteristik orang sukses adalah mereka tidak mau menyerah dengan keadaan, keterbatasan yang dimiliki merupakan tantangan dan bukan hambatan, persaingan merupakan pemicu untuk selalu meningkatkan kemampuan diri dan produktivitas sehingga menjadi yang terbaik. Karakter seperti itulah yang harus kita miliki, jika ingin menjadi orang yang sukses dalam bidang yang kita geluti.

Di samping itu, bila kita perhatikan dengan seksama kisah-kisah kesuksesan orang-orang tadi maka dapat ditarik suatu model kerja mereka dalam memperoleh rezeki dan kesuksesan. Konsep model yang selalu mereka lakukan untuk menarik dan membuka pintu-pintu rezeki itu dapat kita sebut dengan segitiga pikiran, energy, dan rezeki.

Pola hubungan yang terjalin di antara ketiganya dalam proses mendapatkan rezeki merupakan pola yang saling berhubungan satu sama lainnya dan tidak hanya selinear karena pikiran manusia akan menumbuhkan energy manusia untuk beraktivitas sehingga rezeki yang diinginkan dapat diperoleh. Di sisi lain, pikiran juga mempengaruhi rezeki karena tanpa proses berfikir maka manusia tidak tahu cara memperoleh rezeki sehingga menghasilkan rezeki. Ketiga hal tersebut saling berkaitan satu sama lain, sehingga untuk memperoleh rezeki yang positif diperlukan pikiran dan energy yang positif pula, jika ingin energy yang positif maka perlu pemikiran dan rezeki (asupan makanan, minuman, dan sebagainya) yang positif pula, demikian juga jika kita ingin mendapat pikiran positif maka diperlukan energy dan rezeki positif untuk dapat melakukan kegiatan berfikir.

Dalam usaha untuk memperoleh rezeki agar selalu mengalir kepada kita maka langkah awal yang harus dilakukan adalah memposisikan pikiran kita dalam kondisi yang positif, misalnya menumbuhkan keyakinan dan optimis dalam diri bahwa kita mampu memulai suatu pekerjaan. Rasa optimis tadi akan mendorong lahirnya energy-energi positif kita untuk melakukan rencana-rencana yang telah kita buat untuk memperoleh rezeki. Energy positif tersebut dapat berupa sikap jujur, murah senyum, optimis, tidak mengurangi timbangan, dan sebagainya. Energy positif inilah yang akhirnya akan menarik rezeki-rezeki yang telah dijanjikan Allah Swt.

”Dia tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya…” (QS. Huud [11]: 6)

Info PELUANG USAHA SAMPINGAN untuk sahabat muslim


kesempatan bagi anda yang ingin berangkat umroh, dengan cara murah dan mudah, TERBUKTI sudah banyak sahabat lain yang berangkat ibadah umroh secara GRATIS dan mendapatkan BONUS 450 JUTA langsung ditransfer ke rekening.....

ads by google

Artikel Paling Populer