CARA CEPAT TEPAT BERANGKAT IBADAH UMROH

peluang usaha muslim travel umroh bersama wisataumrah.com

Minggu, 14 September 2014

MENGAPA DOA TIDAK DIKABULKAN



Allah Swt telah berjanji bahwa semua doa hamba-Nya akan dikabulkan, sebagaimana yng telah dijanjikan-Nya dalam al-Quran. Akan tetapi, banyak orang yang telah berdoa kepada Allah Swt dan merasa bahwa doa tersebut belum juga dikabulkan oleh-Nya. Padahal, terkabulnya doa itu bukan serta merta langsung terkbul di dunia saja, tetapi juga bisa nanti ketika di akjirat, atau berupa terhindar dari musibah yang serupa. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw: “Tiada seorang berdoa kepada Allah Swt dengan suatu doa kecuali dikabukan-Nya. Dan, dia memperoleh satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan untuknya sampi di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa.” (HR. ath-Thabrani).

Banyak orang yang salah dalam memahami hakikat doa bahwa segala doa akan dikabulkan oleh Allah Swt. Sehingga ketika doa tersebut tidak dikabulkan menjadikannya tidak mau berdoa lagi, padahal agar doa kita terkabul kita perlu mengetahui tata cara dan adab berdoa yang baik. Di samping itu, kita juga harus mengetahui beberapa amaln dan perbuatan yang dapat menghalangi beberapa terkabulnya doa agar kita tidak melakukannya. Di antara perbuatan atau amalan yang dapat menjadikan doa tidak dikabulkan adalah:
a.   Terburu-buru dan tidak sabar.
“Dari Abu Hurairah Ra, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda: ‘Akan dikabulkan doa seseorang di antara kamu sekalian selama tidak terburu-buru berkata, ‘Aku sudah berdoa, tetapi aku tidak atau belum dikabulkan.” (HR. Muslim)

b.  Masih melakukan maksiat dan tidak melarang kemungkaran kepada Allah Swt.
Rasulullah Saw bersabda: “Hendaknya kalian melakukan yang makruf dan melarang yang mungkar atau Allah Swt akan mengirimkan siksa-Nya kepada kalian. Lalu, kalian berdoa kepada-Nya, tetapi tidak dikabulkan.” (HR. At-Tirmidzi).

c.   Tidak mau menolong sesame yang kesusahan.
Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa yang ingin doa-doanya terkabul dan kesulitannya teratasi, hendaklah ia menolong orang yang dalam kesempitan.” (HR. Ahmad).

d.   Makan, minum, dan berpakaian dari hl yang haram.
“Dari Abu Hurairah Ra, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda: ‘Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah Swt itu thayib (baik). Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan, sesungguhnya Allah Swt telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasull. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yng baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.’ Kemudian, Rasulullah Saw menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai, dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa: ‘Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.’ Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram, dan diberi makn dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah Swt akan mengabulkan doanya?” (HR. Muslim).

e.   Berdoa untuk dosa dan memutus silaturahim.
Rasulullah Saw bersabda: “Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturahim, dan selama dia tidak terburu-buru. Para sahabat bertanya: ‘Ya Rasulullah, apa yang dimaksud terburu-buru dalam berdoa?’ beliau bersabda, ‘Orang yang berdoa ini berkata: ‘Saya telah berdoa, saya telah berdoa, dan belum pernah dikabulkan. Akhirnya dia putus asa dan meninggalkan doa.” (HR.Muslim dan Abu Daud).

PENTINGNYA BERDOA



Manusia adalah makhluk yang lemah, tidak berdaya, dan tidak memiliki kekuatan apa pun melainkan atas karunia Allah Swt. Bila Allah Swt tidak memberikan rahmat-Nya, tentu manusia tidak akan sanggup menjalani hidup ini dan memikul tugas yang besar sebagai khalifah di muka bumi ini. Karena keterbatasan, kelemahan, dan kekurangan yang dimiliki manusia, tentunya manusia membutuhkan pertolongan, tempat mengadu, dan tempat bersandar atas segala kesusahan yang dijalaninya. Dan, tempat terbaik untuk bersandar dan meminta pertolongan adalah Allah Swt. Cara yang dianjurkan dan diajarkan Allah Swt untuk meminta pertolongannya adalah dengan berdoa.

Doa sangat penting kedudukannya bagi manusia. Karena berdoa merupakan bentuk penghambaan dan pengakuan manusia kepada Allah Swt. Hamba adalah seseorang dengan segala keterbatasan, sedangkan Tuhan adalah dengan segala kemahabesaran. Seseorang yang berdoa adalah orang yang meyakini bahwa Allah Swt dengan kemahabesaran-Nya akan mengabulkan doa manusia yang serba lemah dan terbatas. Doa memiliki posisi yang penting karena setiap orang sangat membutuhkannya, baik untuk memperoleh apa yang diinginkan maupun untuk menolak apa yang tidak diinginkan. Arti penting lainnya doa bagi manusia adalah dengan doa manusia bisa merasakan kebahagiaan di dunia dan di akhirat, sebagaimana doa yang sering kita panjatkan untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat: “…Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah[2];201).

Oleh sebab itu, hendaknya manusia memperbanyak berdoa kepada Allah Swt. Meskipun untuk mencpai kebahagiaan itu tidak hanya dengan doa, tetapi perlu dibarengi dengan ikhtiar yang kuat. Doa dan ikhtiar adalah dua amalan yang merupakan kunci untuk mendapat kebahagiaan dan kesuksesan.

Allah Swt sangat menyukai dan mencintai hamba-Nya yang berdoa, itulah arti penting doa bagi manusia. Tentu kita sebagai manusia sangat bersyukur jika Allah Swt mencintai kita, karena ketika Allah Swt mencintai hamba-Nya maka segala permintaan akan Dia kabulkan. Sebaliknya, kita tidak mengharapkan murka dan benci Allah Swt. Karena Allah Swt sangat menyukai hamba yang berdoa maka kita jangan malas untuk berdoa dan berputus asa dari doa. Selalu berdoa untuk mengharap ampunan atas segala dosa dan tidak berputus asa dari terkabulnya doa adalah lebih utama bagi manusia.

KEUTAMAAN SHALAT DHUHA



Ibadah yang penting untuk dijalankan adalah shalat. Shalat merupakan tiang agama, artinya bila ibadah shalat seseorang hamba itu baik maka baiklah amal-amal ibadah lainnya. Bahkan, karena pentingnya shalat bagi hamba maka perintah tersebut langsung diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad Saw. tanpa melalui perantara malaikat Jibril, seperti perintah ibadah lainnya. Perintah shalat diturunkan pada saat isra’ dan mi’raj.

Shalat terbagi menjadi dua macam, yaitu shalat wajib dan shalat sunnah. Shalat wajib adalah shalat yang wajib dikerjakan oleh hamba yang muslim baik laki-laki maupun perempuan, telah mencapai usia baligh, dan berakal. Karena sifatnya wajib mka meninggalkannya berarti dosa. Shalat yang hukumnya wajib adalah shalat lima waktu; shalat Subuh, shlat Zhuhur, shalat Ashar, shalat Maghrib, dan shalat Isya’. Adapun shalat sunnah adalah shalat yang apabila mengerjaknnya akan mendapat pahala, tetapi apabila tidak mengerjakannya tidak apa-apa. Meskipun disyariatkan untuk dikerjakan, shalat sunnah tidak diwajibkan sebagai ibadah yang harus dikerjakan oleh hamba-Nya. Contoh shalat sunnah adalah shalat Dhuha, shalat Tahajud, shalat sunnah Qobliyah, shalat sunnah Ba’diyah, shalat sunnah Tasbih, shalat Witir, shalat Hajat, shalat Istikharah, dan lain-lain.

Karena hukumnya yang sunnah, tentu masing-masing dari shalat sunnah itu tentu terkandung hikmah, keistimewaan dan faedah bagi orang yang mau mengerjakannya, di samping balasan mendapat pahala. Orang yang gemar melaksanakan shalat sunnah semasa hidupnya tentu akan mendapat keistimewaan dan kenikmatan dari Allah Swt baik di dunia semasa hidup maupun di akhirat ketika hari pembalasan. Pada bab ini akan dibalas salah satu shalat sunnat yang disunnahkan untuk dikerjakan bila ingin dimudahkan dalam urusan rezeki, yaitu shalat Dhuha. Banyak pembahasan yang telah dilakukan oleh ulama-ulama terkait pentingnya shalat Dhuha ini dalam hal rezeki.

Allah Swt berfirman: “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.” (QS. Ad-Dhuha[93]:8)

Salah satu ayat dalam surat Ad-Dhuha di atas yang menjadi bacaan ketika shalat Dhuha menunjukkan bahwa Allah Swt lah yang memberikan kita kecukupan pada saat-saat kita kekurangan. Karena itu, kita pun meminta pertolongan kepada-Nya dalam masalah rezeki, kalau bukan kepada Allah Swt. Maka kepada siapa kita meminta pertolongan. Salah satu cara terbaik untuk meminta pertolongan kepada Allah Swt adalah dengan shalat. Dan shalat yang diajarkan untuk meminta pertolongan urusan rezeki adalah shalat dhuha.
Allah Swt memerintahkan kepada kita untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong. Di saat kita mengalami kesusahan dalam hal rezeki kita bersabar karena pasti pertolongan akan datang kepada kita, shalat menjadi pendorong cepat datangnya bantuan pertolongan itu karena shalat juga berarti doa. Perintah tersebut terdapat dalam firman Allah Swt.: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah[2]:153)

Keutamaan Shalat Dhuha
Shalat Dhuha merupakan ibadah yang penting setelah ibadah wajib bagi umat muslim. Bukan hanya karena shalat Dhuha ada kaitannya dengan rezeki seseorang, tetapi shalat Dhuha memiliki berbagai keutamaan dan sebagai bentuk kecintaan serta penghambaan diri kepada Allah Swt di antara keutamaan-keutamaan shalat Dhuha adalah:

a.   Sebagai bentuk sedekahnya tubuh.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwasanya dari Abi Dzar, dari Rasulullah Saw bersabda: “Pada pagi hari setiap tulang (persendian) dari kalian akan dihitung sebagai sedekah. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menganjurkan kebaikan serta mencegah kemungkaran itu adalah sedekah. Semua itu cukup dengan dua rakaat yang dilaksanakan di waktu Dhuha.” (HR.Muslim, Abu Dawud, dan riwayat Bukhari dari Abi Hurairah).

b. Akan dibangunkan istana di surga oleh Allah Swt bagi yang mengerjakannya.
Janji Allah Swt tersebut terdapat dalam hadis Nabi Muhammad Saw.: “Dari Anas bin Malik Ra. Bahwasanya Rasulullah Saw berdsabda: “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak 12 (dua belas) rakaat maka Allah Swt akan membangunkan untuknya istana di surga.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

c.   Mendatangkan rezeki dan menolak kefakiran.
Salah satu keutamaan shalat Dhuha yang diketahui oleh banyak orang adalah shalat Dhuha erat kaitannya dengan masalah rezeki. Orang yang gemar dan rajin menjalankannya akan selalu dimudahkan oleh Allah Swt dalam urusan rezekinya. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw: “Shalat Dhuha itu dapat mendatangkan rezeki dan menolak kefakiran. Dan, tidak akan ada yang memelihara shalat Dhuha melainkan orang-orang yang bertaubat.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

d.   Shalat Dhuha merupakan ibadah yang diwasyiatkan Rasulullah Saw.
Sebagaimana hadis yang berisi wasiat Rasulullah Saw kepada Abi Hurairah Ra: “Dari Abi Hurairah Ra, beliau berkata: “Kekasihku (Rasulullah Saw) mewasiatkan kepadaku tiga hal: puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dua rakaat, dan shalat Witir sebelum tidur.” (HR.Bukhari dan Muslim).

e.   Mendapat jaminan terpenuhinya kebutuhan di sore hari.
Orang yang gemar melakukan shalat Dhuha di pagi harinya maka Allah Swt akan menjamin baginya terpenuhi kebutuhannya hingga sore hari, sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah Saw; “Dari Uqbah bin Amir al-Jubani Ra, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda; “Sesungguhnya Allah Swt berfirman: “Wahai anak Adam, laksanakan untuk-Ku empat rakaat sebelum siang, Aku akan penuhi kebutuhanmu dengan shalat tersebut di akhir harimu.” (HR. Ahmad).

f.    Orang yang mengerjakan shalat Dhuha bagaikan orang yang mendapat banyak harta rampasan perang.
“Dari Abi Hurairah Ra, beliau berkata: Rasulullah Saw mengutus sekelompok utusan perang, kemudian utusan ini membawa banyak harta rampasan perang dan cepat pulang. Kemudian ada yang berkata: Wahai Rasulullah Saw kami tidak pernah melihat kelompok yang lebih cepat pulang dan lebih banyak membawa ganimah dibandingkan utusan ini. Kemudian beliau menjawab; ‘Maukah aku kabarkan keadaan yang lebih cepat pulang membawa kemenangan dan lebih banyak membawa rampasan perang? Yaitu seseorang berwudhu di rumahnya dan menyempurnakan wudunya kemudian pergi ke masjid dan melakukan shalat Subuh kemudian diakhiri dengan shalat Dhuha. Maka orang ini lebih cepat kembali pulang membawa kemenangan dan lebih banyak rampasan perangnya.” (HR. abu Ya’la dan Ibnu Hibban).

g.   Mendapat pahala seperti orang umrah.
Orang yang membiasakan diri mengerjakan shlat Dhuha akan mendapat balasan dari Allah Swt berupa pahala sebagaimana pahlanya orang yang berumrah. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah Saw: “Dari Abu Umamah Ra, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda: ‘Barangsiapa yang keluar dari rumahnya untuk shalat berjamaah dalam keadaan telah bersuci, maka pahalanya seperti pahala jamaah haji yang sedang ihram. Dan barang siapa yang beranjak untuk melakukan shalat Dhuha, tidak ada yang menyebabkan dia keluar (dari rumahnya) kecuali untuk shalat Dhuha, maka pahalanya seperti pahala orang yang umrah. Dan shlat setelah melaksanakan shalat yang di antara kedua shalat tersebut tidak membicarakan masalah dunia adalah amalan yang dicatat illiyyin (tempat catatan amal kebaikan). (HR. Abu Daud).

h.   Shalat dhuha merupakan shalatnya para awwabin.
Awwabin merupakan sebutan bagi orang yang kembali, artinya mereka suka kembali kepada Allah Swt. Mereka kembali kepada Allah Swt melalui shalat, taubat, ibadah, ikhlas, dan meninggalkan hawa nafsu. Shalat Dhuha merupakan shalat yang biasa dikerjakan oleh para awwabin ini.
“Dari Abi Hurairah Ra, bahwasanya Rasulullah Saw bersbda; “Tidak ada yang menjaga shalat Dhuha kecuali para awwabiin’. Beliau berkata: ‘Shalat Dhuha adalah shalatnya para awwabiin.” (HR. ath-Thabrani, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim).

i.     Mendapat kemuliaan masuk surga melalui pintu Dhuha.
Dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan; “Sesungguhnya di dalam surge ada pintu yang dinamakan pintu Dhuha. Maka ketika datang hari kiamat memanggillah (yang memanggil Allah Swt.), di manakah orang yang selalu mengerjakan sembahyang atas-Ku dengan sembahyang Dhuha? Inilah pintu kamu, maka masuklah kamu ke dalam surge dengan rahmat Allah Swt.” (HR. Thabrani dan Abu Hurairah).

Sungguh, shalat Dhuha memiliki keutamaan bagi para pelakunya baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, mereka akan mendapatkan keberkahan berupa rezeki dan kecukupan dalam kebutuhan hidup, sedangkan di akhirat kelak Allah Swt akan memberi balasan berupa surge dan dipanggil untuk memasukinya melalui pintu tersendiri yang dinamakan pintu Dhuha. Wallaahu a’lam!!!

Info PELUANG USAHA SAMPINGAN untuk sahabat muslim


kesempatan bagi anda yang ingin berangkat umroh, dengan cara murah dan mudah, TERBUKTI sudah banyak sahabat lain yang berangkat ibadah umroh secara GRATIS dan mendapatkan BONUS 450 JUTA langsung ditransfer ke rekening.....

ads by google

Artikel Paling Populer