CARA CEPAT TEPAT BERANGKAT IBADAH UMROH

peluang usaha muslim travel umroh bersama wisataumrah.com

Rabu, 05 November 2014

AJAK AJAK SEDEKAH DAPET 500rb/HARI

BONUS BERKAH Rp. 500.000,-/hari


"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."
(Q.S. Al-Baqarah 2:261)


SEGERA bergabung bersama program CERDAS Ustad Yusuf Mansur dapatkan BONUS BESAR hingga 2JUTA/hari+ SEDEKAH OTOMATIS ke seleuruh Penghafal Al-Qur'an HANYA DENGAN AJAK AJAK SEDEKAH selengkapnya klik disini wisata hati

Selasa, 04 November 2014

SEDEKAH KEPADA PENGEMIS



Kisah ini dimulai dari seseorang yang bernama Nurdin. Sore itu, Nurdin ditemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga untuk keperluan rutin bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar di kasir, mereka pun keluar untuk pulang dengan tangan-tangan mereka yang sarat dengan tas plastik belanjaan.

Baru saja mereka melangkahkan kaki keluar dari toko swalayan, isteri Nurdin dihampiri oleh seorang wanita pengemis yang saat itu menggandeng seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu memohon kepada istri Nurdin, “Mohon beri kami sedekah, Bu!”

Dengan sedikit enggan, isteri Nurdin membuka dompetnya dan menarik selembar uang kertas senilai seribu rupiah kemudian ia memberikannya kepada si wanita pengemis itu. Wanita pengemis pun menerimanya dengan sukacita. Namun ketika dilihatnya, jumlah tersebut tidak mencukupi kebutuhan, ia pun memberi isyarat kepada isteri Nurdin. Pengemis itu menguncupkan jari-jarinya dan di arahkan ke mulutnya. Namun isteri Nurdin tidak memahami maksud dari si wanita pengemis tersebut, sehingga isteri Nurdin menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia tidak paham maksudnya.



Kemudian pengemis itu kembali memberi isyarat, ia menunjuk warung nasi di sebelah toko lalu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya. Akhirnya isteri Nurdin paham bahwa si wanita pengemis itu menginginkan sedekah tambahan untuk membeli makan.

Istri Nurdin pun membalas isyarat tersebut dengan gerak tangannya sambil berkata, “Ah, tidak… tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu! Mintalah kepada yang lain juga, bukankah disini banyak sekali orang?”

Dengan merasa kesal karena merasa harinya terganggu, isteri dan puterinya Nurdin pergi menuju ke sebuah booth ice cream untuk membeli beberapa cup es krim kesayangan puterinya. Pada saat yang bersamaan, Nurdin berjalan kearah ATM center guna melihat saldo yang tersisa di rekeningnya. Ketika itu memang sedang tanggal muda, saatnya menerima gaji, oleh karena itu Nurdin ingin melihat apakah uang gajinya sudah di transfer kerekeningny atau belum.

Di depan ATM, Nurdin memasukkan kartu ATM nya ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol informasi saldo. Sesaat kemudian, di layar mesin ATM muncul beberapa digit angka yang membuat Nurdin tersenyum lega. Ya, uang gajinya untuk bulan ini sudah ditransfer, dan sudah masuk ke dalam rekeningnya.

Nurdin menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM, dan uang pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Kemudian ditemukannya ada satu lembar uang berwarna merah juga sisa belanja di toko swalayan tadi, yang hanya bernilai 10 ribu rupiah saja yang segera ia tarik dari dalam dompet.

Uang tersebut kemudian ia lipat kecil, dan ketika keluar dari ATM center, diberikannya uang tersebut kepada si wanita pengemis yang masih saja menunggu tambahan sedekah dari orang-orang yang berlalu lalang di sekitarnya.

Ketika si wanita pengemis melihat nilai uang yang diterimanya, ia pun berteriak kegirangan. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Nurdin dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan:

“Alhamdulillah…Alhamdulillah…Alhamdulillah… terima kasih banyak tuan!! Saya doakan semoga Allah memberi rezeki yang berlipat ganda untuk tuan sekeluarga. Semoga Allah memberikan kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan sekeluarga. Semoga tuan dikaruniai keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga yang selalu tenteram dan harmonis, dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi oleh Allah tempat yang terhormat kelak nanti di surga…!”

Sungguh diluar dugaan, Nurdin benar-benar tidak menyangka akan mendapati respon yang begitu mengharukan. Nurdin mengira bahwa wanita pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh si wanita pengemis tadi benar-benar membuat Nurdin terpukau dan membisu. Apalagi ketika ia mendengar wanita itu berkata kepada puteri kecilnya, “Alhamdulillah nak, akhirnya kita bisa makan juga…!”

Deg…!!! Hati Nurdin berdetak begitu kencang. Rupanya wanita pengemis tadi sungguh berharap mendapatkan tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sesaat kemudian mata Nurdin mengikuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk membeli makan disana.

Nurdin masih berdiri terdiam dan terpana di tempat itu. Sampai ketika isteri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Nurdin. Mata Nurdin yang kini mulai berkaca-kaca, tak bisa disembunyikannyadan istrinya pun mengetahui itu. “Ada apa pak, kok sepertiny bapak habis menangis?” istrinya bertanya.

Dengan suara yang agak berat dan terbata Nurdin menjelaskan: “Aku baru saja menambahkansedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah, bu!”

Pada mulanya istri Nurdin hampir tidak setuju dan hendak protes ketika Nurdin mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada si wanita pengemis tadi. Namun segera Nurdin melanjutkan kalimatnya:

“Bu, aku memberi sedekah kepadanya hanya sejumlah itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Bukan hanya itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan juga keluarga kita. Panjaaaaaaang sekali ia berdoa!”

Nurdin melanjutkan, “Dia hanya menerima karunia dari Allah SWT sebesar 10 ribu rupiah saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya baru saja ke ATM, saat aku melihat saldo di rekeningku dan ternyata disana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk, tersenyum dan merasa lega. Aku lupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah.”

“Bu, aku sangat malu kepada Allah! Pengemis tadi yang hanya terima 10 ribu rupiah saja sudah begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah sebenarnya yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang hanya menerima 10 ribu rupiah tapi mampu bersyukur dengan luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah yang jauh lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak pernah mensyukurinya bahkan tak pernah berucap hamdalah.”

Nurdin mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa butir air matanya mulai menetes. Istri dan putrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu!


Rabu, 29 Oktober 2014

KISAH SI BEJO



Ada banyak di dalam sinetron atau film yang menceritakan tentang seseorang dari kalangan bawah bisa naik haji, dan sebagainya. Nah, kisah berikut ini saya dapatkan di dalam kehidupan nyata. Kisah si Bejo, pekerja cleaning service yang bisa pergi Umroh.

Bejo (bukan nama sebenarnya) adalah seorang anak muda asal Lamongan, berusia sekitar 19-20 tahun. Dia mengawali karier kerjanya sebagai tukang sapu jalanan di Jakarta. Tak berapa lama kemudian ia berusaha pindah kerja dan diterima sebagai karyawan di bagian cleaning service di salah satu perusahaan di Jakarta Barat.

Pertemuan saya dengan Bejo terjadi ketika saya mengikuti acara training di perusahaan dimana Bejo bekerja. Karena training tersebut hingga larut malam. Kemudian saya memutuskan untuk menginap di perusahaan tersebut. Akhirnya saya pun berkelana dengan Si Bejo.

Bejo menceritakan bahwa di perusahaan tersebut sedang mengadakan hadiah umroh gratis bagi pegawai/karyawan terbaik. Dan waktu shalat Isya pun tiba, Bejo pun pergi dan saya mendengar suara Adzan di mesjid. Setelah saya lihat ternyata si Bejo yang mengumandangkan Adzan.



Esok paginya, saya melihat Bejo sedang shalat Dhuha dan mengaji Al-Qur’an di mushola kantor. Akhirnya acara training atau pelatihan saya pun selesai. Saya hanya mengikuti training itu selama 1 minggu.

Saya mengucapkan terimakasih kepada Bejo karena sudah membantu saya selama di kantor, baik menyediakan minum, dan lain-lain. Di kemudian hari saya mengadakan pertemuan dengan pengusaha muslim yang sukses dan CEO di perusahaan tersebut lagi. Dan di sela-sela meeting si CEO meminta Bejo untuk mengopi file dokumen. Setelah itu, sang CEO memberitahu bahwa Bejo lah yang memenangkan hadiah umroh gratis dan akan berangkat ke Makkah bulan Februari 2008. Subhanallah!! Saya dan Pengusaha muslim tersebut ikut senang lalu mengucapkan selamat kepada Bejo.
        Pelajaran yang bisa di dapat dari kisah si Bejo adalah :
·         Bekerja dengan ikhlas
·         Istiqamah dalam beribadah shalat
·         Rajin Adzan di mesjid
·         Suka melaksanakan shalat tepat waktu
·         Mengamalkan shalat Dhuha di pagi hari
·         Rajin membaca Al-Qur’an.

Hasil dari itu semua membuahkan hadiah Umroh gratis
dari perusahaan dimana Bejo bekerja. Subhanallah, tidak ada
yang tidak mungkin bila ALLAH sudah menghendaki

SEDEKAH SEPEDA 600 RIBU DIGANTI ALLAH 60 JUTA



Namanya Burhan, seorang tukang jahit keliling yang sangat ingin bisa berhaji, tetapi dia sangat miskin dan hidupnya serba kekurangan. Suatu ketika dia pergi ke sebuah pengajian. Pada akhir dari pengajian, sang kyai yang memimpin pengajian tersebut mengatakan bahwa majelis mereka sedang membutuhkan dana.

Maka sang kyai bertanya, “Siapa yang bersedia membantu majelis ini?”

Serta-merta para peserta majelis menyerahkan harta mereka. Ada yang menyedekahkan uangnya, ada yang langsung menyedekahkan jam tangannya, semua berlomba-lomba bersedekah kecuali tukang jahit keliling tersebut. Hal ini karena dia tidak memiliki apa-apa yang bisa disedekahkan.

Pikiranya, “Ya Allah, aku tidak punya apa-apa untuk disedekahkan, semoga niatku datang kesini tetap Engkau catat sebagai amal ibadah.”

Ketika dia mau pulang dan menaiki sepedah bututnya sontak dia teringat “Ya Allah, salah kalau aku bisa bersedekah... Aku masih memiliki harta ini untuk disedekahkan.”
Maka pulanglah dia kerumah untuk membicarakan niatnya tadi dengan istrinya. Apa kata istrinya? “Sepeda itu milikmu, kalau mau menjualnya silahkan, aku hanya bisa berdoa semoga barokah.”

Akhirnya sepeda itu di jual dan laku Rp. 600 ribu. Setelah itu dia ke rumah sanga kyai untuk menyedekahkan 200 ribu kepadanya.

“Kyai, ini sedekah saya, mudah-mudahan saya bisa naik haji,” kata pak Burhan si tukang jahit keliling. Kyai paham kalau tukang jahit keliling ini miskin lalu dia bilang, “Sudahlah, kamu lebih membutuhkan uang itu, pakai sendiri saja uang ini.” Jawab sang kyai.

“Tidak pak Kyai, saya sudah niat untuk menyedekahkan harta saya ini.” Jawab pak Burhan. Sang kyai terus menolak tapi pak Burhan terus mendesak hingga akhirnya diterimalah uang tersebut oleh sang kyai dan pulanglah pak Burhan ke rumah. Namun baru sampai di halaman rumah sang kyai, pak Burhan teringat dengan firman Allah yang menyatakan :
“Tidak akan mencapai kebaikan yang sempurna seorang mukmin sebelum menyedekahkan harta yang paling dicintainya.”

Karena dia paham agama maka kembalilah dia menghadap sang kyai tersebut dan berkata, “Kyai, ini masih ada Rp 400 ribu, saya sedekahkan semua untuk kyai.”

Menangislah sang kyai mendengar perkataan si tukang jahit keliling yang miskin itu dan menerima uang itu sambil berkata, “Ya Allah, dihadapanmu ini telah datang hambamu yang saleh... Maka berkatilah dia, semoga Allah menepati janjinya, siapa yang memberi satu akan dibalas berpuluh-puluh kali lipat.”

Berminggu-minggu pak Burhan menjalani aktivitasnya yang berat tanpa sepeda buntut kesayangannya, dia harus berjalan di bawah terik matahari, bergantung di bis-bis kota yang pengap, dan berkeringat karena panas dan berdesakan. Namanya manusia, iman pasti sedikit goyah. Sempat hati kelinya berbisik, “Yah, seandainya sepeda itu tidak aku sedekahkan pasti gak kayak gini, aku kan miskin.” Tetapi anggapan itu selalu ditepisnya, “Akh, biar Allah yang menggantinya.”

Suatu hari ketika pak Burhan sedang duduk-duduk di beranda rumahnya, ada seorang pengendara mobil berhenti di depan rumahnya lalu turun, dan bertanya, “Pak, tanah yang didepan ini milik siapa, Bapak tahu? “ Si tukang jahit itu pun memberitahu alamat rumahnya. Orang itu berterimakasih lalu pergi.

Beberapa hari setelah itu, si pengendara mobil datang lagi. Kali ini si pengendara mobil tanpa basa-basi langsung menucapkan terimakasih dan mengatakan, “Terimakasih, tanah itu sudah saya beli dan sesuai dengan harga saya. Saya sudah janji kepada Allah, kalau tanah itu terbeli dengan harga saya, maka orang yang saya tanya akan saya jadikan perantaranya.”

“Ini ada sedikit kelebihan dana, semoga bermanfaat untuk Bapak.” Kata si pengendara mobil sambil menyerahkan sebuah amplop. Diterimalah amplop tersebut oleh si tukang jahit keliling, dan setelah dibuka isinya berupa cek. Subhanallah, bersujud dan menangislah dia melihat nominal yang tertera di cek tersebut Rp. 67 juta. Sedekahnya oleh Allah dilipatgandakan dari 600 ribu menjadi 60 juta dan sepeda bututnya dikembalikan oleh Allah dengan kelebihan yang 7 juta tersebut.

Dengan uang sebanyak itu dia bisa berangkat haji bukan
Hanya seorang diri tapi bersama juga dengan istri dan ibunya.
Pada saat itu (tahun 1990-an), ongkos naik haji hanya sekitar
Rp. 17 jutaan. Maka benarlah semua firman Allah itu,
Bahwa dengan bersedekah di jalan Allah, Insya Allah akan selalu
Mendapatkan kebaikan dari-Nya.

BISNIS MEROKET DENGAN RUTIN DHUHA 12 RAKAAT



Ini adalah pengalaman spiritual saya yang sangat membantu dalam perjalanan bisnis yang saya geluti, dan saya akan berbagi tentang pengalaman ini kepada Anda.

Awalnya, hanyalah sebuah keyakinan yang bersumber dari agama Islam. Banyak ceramah yang menyampaikan terkait hal ini, akan tetapi belum pernah saya buktikan secara langsung. Dan sampailah pada suatu saat saya membaca buku mengenai “Keajaiban Rejeki” karya Ippho Santoso. Disitulah saya menemukan tentang keajaiban shalat Dhuha.

Dari sini, kemudian saya bersama istri melakukan shalat Dhuha tersebut secara rutin, dan kami mengambil jumlah raka’at yang paling banyak (sesuai yang disebutkan hadist) yaitu 12 raka’at. Setiap hari kami meneliti efek dari kegiatan ini terhadap bisnis saya, yaitu Lembaga Pengembangan Kepribadian Elegan. Sudah lama kami mendirikan bisnis ini, namun sedikit menghasilkan profit. Sebab jumlah pesertanya yang sedikit. Dengan melaksanakan shalat Dhuha saya sangat berharap sekali akan ada perubahan jumlah peserta, dalam artian bertambah banyak, bukan sebaliknya. Sebab shalat Dhuha itu amalan yang memiliki efek seperti sedekah.
Sementara kita tahu bahwa sedekah akan dibalas langsung di dunia ini oleh Allah SWT, paling sedikit 10x dari jumlah yang kita sedekahkan. Dengan begitu saya berharap sekali rejeki tersebut datang melalui bisnis saya ini yaitu dengan bertambah banyaknya jumlah peserta. Dan ternyata teori tersebut memang bukan pepesan kosong. Setelah tiga minggu berjalan, sebuah cahaya terang datang tiba-tiba. Handphone saya seharian berdering dari orang yang penasaran ingin tahu perihal bisnis saya  ini. Setiap hari selalu ada yang mendaftar.

Keajaiban ini berlangsung selama satu bulan berturut-turut. Sehingga saya bisa menikmati “jelas dan yakin” bahwa ini adalah pengaruh dari sebuah ibadah yang dilakukan pada setiap waktu pagi hari. Dari awalnya jumlah peserta hanya 30 orang, melonjak drastis menjadi 100 lebih.

Bisnis kami pun meningkat berlipat-lipat,
sehingga saya dan istri saya akhirnya bisa mewujudkan cita-cita kami
yang sudah tertunda cukup lama, yaitu ber-haji ke Tanah Suci.
Sungguh keajaiban shalat Dhuha ini telah saya buktikan
bersama istri. Janji Allah SWT memang pasti, sesuai dengan
yang ada dalam AL-Qur’an.

“Bagi Anda yang sedang menjalani kesulitan dalam bisnis, jumlah klaien sedikit, customer banyak yang kabur, dan pelanggan berkurang. Cobalah melaksanakan shalat Dhuha ini. Selain kita melaksanakan perintah dari Allah SWT, kita juga dapat meningkatkan rezeki kita.”

Info PELUANG USAHA SAMPINGAN untuk sahabat muslim


kesempatan bagi anda yang ingin berangkat umroh, dengan cara murah dan mudah, TERBUKTI sudah banyak sahabat lain yang berangkat ibadah umroh secara GRATIS dan mendapatkan BONUS 450 JUTA langsung ditransfer ke rekening.....

ads by google

Artikel Paling Populer