CARA CEPAT TEPAT BERANGKAT IBADAH UMROH

peluang usaha muslim travel umroh bersama wisataumrah.com

Kamis, 30 Oktober 2014

AJAK AJAK SEDEKAH DAPET 500RB/HARI

BONUS BERKAH Rp. 500.000,-/hari

Firman Allah (S.W.T.) dalam Al-Qur'an bahwa Allah akan melipat-gandakan sedekah kita menjadi ribuan kali lipat:

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."
(Q.S. Al-Baqarah 2:261)


SEGERA bergabung bersama program CERDAS Ustad Yusuf Mansur dapatkan BONUS BESAR hingga 2JUTA/hari+ SEDEKAH OTOMATIS ke seleuruh Penghafal Al-Qur'an HANYA DENGAN AJAK AJAK SEDEKAH selengkapnya klik disini wisata hati

Rabu, 29 Oktober 2014

KISAH SI BEJO



Ada banyak di dalam sinetron atau film yang menceritakan tentang seseorang dari kalangan bawah bisa naik haji, dan sebagainya. Nah, kisah berikut ini saya dapatkan di dalam kehidupan nyata. Kisah si Bejo, pekerja cleaning service yang bisa pergi Umroh.

Bejo (bukan nama sebenarnya) adalah seorang anak muda asal Lamongan, berusia sekitar 19-20 tahun. Dia mengawali karier kerjanya sebagai tukang sapu jalanan di Jakarta. Tak berapa lama kemudian ia berusaha pindah kerja dan diterima sebagai karyawan di bagian cleaning service di salah satu perusahaan di Jakarta Barat.

Pertemuan saya dengan Bejo terjadi ketika saya mengikuti acara training di perusahaan dimana Bejo bekerja. Karena training tersebut hingga larut malam. Kemudian saya memutuskan untuk menginap di perusahaan tersebut. Akhirnya saya pun berkelana dengan Si Bejo.

Bejo menceritakan bahwa di perusahaan tersebut sedang mengadakan hadiah umroh gratis bagi pegawai/karyawan terbaik. Dan waktu shalat Isya pun tiba, Bejo pun pergi dan saya mendengar suara Adzan di mesjid. Setelah saya lihat ternyata si Bejo yang mengumandangkan Adzan.

Esok paginya, saya melihat Bejo sedang shalat Dhuha dan mengaji Al-Qur’an di mushola kantor. Akhirnya acara training atau pelatihan saya pun selesai. Saya hanya mengikuti training itu selama 1 minggu.

Saya mengucapkan terimakasih kepada Bejo karena sudah membantu saya selama di kantor, baik menyediakan minum, dan lain-lain. Di kemudian hari saya mengadakan pertemuan dengan pengusaha muslim yang sukses dan CEO di perusahaan tersebut lagi. Dan di sela-sela meeting si CEO meminta Bejo untuk mengopi file dokumen. Setelah itu, sang CEO memberitahu bahwa Bejo lah yang memenangkan hadiah umroh gratis dan akan berangkat ke Makkah bulan Februari 2008. Subhanallah!! Saya dan Pengusaha muslim tersebut ikut senang lalu mengucapkan selamat kepada Bejo.
        Pelajaran yang bisa di dapat dari kisah si Bejo adalah :
·         Bekerja dengan ikhlas
·         Istiqamah dalam beribadah shalat
·         Rajin Adzan di mesjid
·         Suka melaksanakan shalat tepat waktu
·         Mengamalkan shalat Dhuha di pagi hari
·         Rajin membaca Al-Qur’an.

Hasil dari itu semua membuahkan hadiah Umroh gratis
dari perusahaan dimana Bejo bekerja. Subhanallah, tidak ada
yang tidak mungkin bila ALLAH sudah menghendaki
Kun Fayakun.

SEDEKAH SEPEDA 600 RIBU DIGANTI ALLAH 60 JUTA



Namanya Burhan, seorang tukang jahit keliling yang sangat ingin bisa berhaji, tetapi dia sangat miskin dan hidupnya serba kekurangan. Suatu ketika dia pergi ke sebuah pengajian. Pada akhir dari pengajian, sang kyai yang memimpin pengajian tersebut mengatakan bahwa majelis mereka sedang membutuhkan dana.

Maka sang kyai bertanya, “Siapa yang bersedia membantu majelis ini?”

Serta-merta para peserta majelis menyerahkan harta mereka. Ada yang menyedekahkan uangnya, ada yang langsung menyedekahkan jam tangannya, semua berlomba-lomba bersedekah kecuali tukang jahit keliling tersebut. Hal ini karena dia tidak memiliki apa-apa yang bisa disedekahkan.

Pikiranya, “Ya Allah, aku tidak punya apa-apa untuk disedekahkan, semoga niatku datang kesini tetap Engkau catat sebagai amal ibadah.”

Ketika dia mau pulang dan menaiki sepedah bututnya sontak dia teringat “Ya Allah, salah kalau aku bisa bersedekah... Aku masih memiliki harta ini untuk disedekahkan.”

Maka pulanglah dia kerumah untuk membicarakan niatnya tadi dengan istrinya. Apa kata istrinya? “Sepeda itu milikmu, kalau mau menjualnya silahkan, aku hanya bisa berdoa semoga barokah.”

Akhirnya sepeda itu di jual dan laku Rp. 600 ribu. Setelah itu dia ke rumah sanga kyai untuk menyedekahkan 200 ribu kepadanya.

“Kyai, ini sedekah saya, mudah-mudahan saya bisa naik haji,” kata pak Burhan si tukang jahit keliling. Kyai paham kalau tukang jahit keliling ini miskin lalu dia bilang, “Sudahlah, kamu lebih membutuhkan uang itu, pakai sendiri saja uang ini.” Jawab sang kyai.

“Tidak pak Kyai, saya sudah niat untuk menyedekahkan harta saya ini.” Jawab pak Burhan. Sang kyai terus menolak tapi pak Burhan terus mendesak hingga akhirnya diterimalah uang tersebut oleh sang kyai dan pulanglah pak Burhan ke rumah. Namun baru sampai di halaman rumah sang kyai, pak Burhan teringat dengan firman Allah yang menyatakan :
“Tidak akan mencapai kebaikan yang sempurna seorang mukmin sebelum menyedekahkan harta yang paling dicintainya.”

Karena dia paham agama maka kembalilah dia menghadap sang kyai tersebut dan berkata, “Kyai, ini masih ada Rp 400 ribu, saya sedekahkan semua untuk kyai.”

Menangislah sang kyai mendengar perkataan si tukang jahit keliling yang miskin itu dan menerima uang itu sambil berkata, “Ya Allah, dihadapanmu ini telah datang hambamu yang saleh... Maka berkatilah dia, semoga Allah menepati janjinya, siapa yang memberi satu akan dibalas berpuluh-puluh kali lipat.”

Berminggu-minggu pak Burhan menjalani aktivitasnya yang berat tanpa sepeda buntut kesayangannya, dia harus berjalan di bawah terik matahari, bergantung di bis-bis kota yang pengap, dan berkeringat karena panas dan berdesakan. Namanya manusia, iman pasti sedikit goyah. Sempat hati kelinya berbisik, “Yah, seandainya sepeda itu tidak aku sedekahkan pasti gak kayak gini, aku kan miskin.” Tetapi anggapan itu selalu ditepisnya, “Akh, biar Allah yang menggantinya.”

Suatu hari ketika pak Burhan sedang duduk-duduk di beranda rumahnya, ada seorang pengendara mobil berhenti di depan rumahnya lalu turun, dan bertanya, “Pak, tanah yang didepan ini milik siapa, Bapak tahu? “ Si tukang jahit itu pun memberitahu alamat rumahnya. Orang itu berterimakasih lalu pergi.

Beberapa hari setelah itu, si pengendara mobil datang lagi. Kali ini si pengendara mobil tanpa basa-basi langsung menucapkan terimakasih dan mengatakan, “Terimakasih, tanah itu sudah saya beli dan sesuai dengan harga saya. Saya sudah janji kepada Allah, kalau tanah itu terbeli dengan harga saya, maka orang yang saya tanya akan saya jadikan perantaranya.”

“Ini ada sedikit kelebihan dana, semoga bermanfaat untuk Bapak.” Kata si pengendara mobil sambil menyerahkan sebuah amplop. Diterimalah amplop tersebut oleh si tukang jahit keliling, dan setelah dibuka isinya berupa cek. Subhanallah, bersujud dan menangislah dia melihat nominal yang tertera di cek tersebut Rp. 67 juta. Sedekahnya oleh Allah dilipatgandakan dari 600 ribu menjadi 60 juta dan sepeda bututnya dikembalikan oleh Allah dengan kelebihan yang 7 juta tersebut.

Dengan uang sebanyak itu dia bisa berangkat haji bukan
Hanya seorang diri tapi bersama juga dengan istri dan ibunya.
Pada saat itu (tahun 1990-an), ongkos naik haji hanya sekitar
Rp. 17 jutaan. Maka benarlah semua firman Allah itu,
Bahwa dengan bersedekah di jalan Allah, Insya Allah akan selalu
Mendapatkan kebaikan dari-Nya.
       

BISNIS MEROKET DENGAN RUTIN DHUHA 12 RAKAAT



Ini adalah pengalaman spiritual saya yang sangat membantu dalam perjalanan bisnis yang saya geluti, dan saya akan berbagi tentang pengalaman ini kepada Anda.

Awalnya, hanyalah sebuah keyakinan yang bersumber dari agama Islam. Banyak ceramah yang menyampaikan terkait hal ini, akan tetapi belum pernah saya buktikan secara langsung. Dan sampailah pada suatu saat saya membaca buku mengenai “Keajaiban Rejeki” karya Ippho Santoso. Disitulah saya menemukan tentang keajaiban shalat Dhuha.

Dari sini, kemudian saya bersama istri melakukan shalat Dhuha tersebut secara rutin, dan kami mengambil jumlah raka’at yang paling banyak (sesuai yang disebutkan hadist) yaitu 12 raka’at. Setiap hari kami meneliti efek dari kegiatan ini terhadap bisnis saya, yaitu Lembaga Pengembangan Kepribadian Elegan. Sudah lama kami mendirikan bisnis ini, namun sedikit menghasilkan profit. Sebab jumlah pesertanya yang sedikit. Dengan melaksanakan shalat Dhuha saya sangat berharap sekali akan ada perubahan jumlah peserta, dalam artian bertambah banyak, bukan sebaliknya. Sebab shalat Dhuha itu amalan yang memiliki efek seperti sedekah.

Sementara kita tahu bahwa sedekah akan dibalas langsung di dunia ini oleh Allah SWT, paling sedikit 10x dari jumlah yang kita sedekahkan. Dengan begitu saya berharap sekali rejeki tersebut datang melalui bisnis saya ini yaitu dengan bertambah banyaknya jumlah peserta. Dan ternyata teori tersebut memang bukan pepesan kosong. Setelah tiga minggu berjalan, sebuah cahaya terang datang tiba-tiba. Handphone saya seharian berdering dari orang yang penasaran ingin tahu perihal bisnis saya  ini. Setiap hari selalu ada yang mendaftar.

Keajaiban ini berlangsung selama satu bulan berturut-turut. Sehingga saya bisa menikmati “jelas dan yakin” bahwa ini adalah pengaruh dari sebuah ibadah yang dilakukan pada setiap waktu pagi hari. Dari awalnya jumlah peserta hanya 30 orang, melonjak drastis menjadi 100 lebih.

Bisnis kami pun meningkat berlipat-lipat,
sehingga saya dan istri saya akhirnya bisa mewujudkan cita-cita kami
yang sudah tertunda cukup lama, yaitu ber-haji ke Tanah Suci.
Sungguh keajaiban shalat Dhuha ini telah saya buktikan
bersama istri. Janji Allah SWT memang pasti, sesuai dengan
yang ada dalam AL-Qur’an.

“Bagi Anda yang sedang menjalani kesulitan dalam bisnis, jumlah klaien sedikit, customer banyak yang kabur, dan pelanggan berkurang. Cobalah melaksanakan shalat Dhuha ini. Selain kita melaksanakan perintah dari Allah SWT, kita juga dapat meningkatkan rezeki kita.”

BANGKIT DARI KETERPURUKAN DENGAN RUTIN TAHAJUD



Tahun 2009, aku mengalami masa-masa yang cukup sulit. Salah satunya adalah kesedihan karena calon istri, begitu juga tentang ketatnya persaingan dunia usaha. Usahaku membutuhkan keberanian yang tinggi karena aku bekerja di bidang cleaning service, tapi bukan celaning service sembarangan, melainkan yang khusus membersihkan gedung-gedung bertingkat di jakarta, hal ini membutuhkan kehati-hatian yang besar dan tentu saja tidak boleh takut berada di ketinggian. Sementara keluarga menganggapku belum bekerja kalau aku belum menjadi PNS. Aku berusaha menetralkan semua. Aku tingkatkan lagi baik kuantitas maupun kualitas shalat malam. Sejak saat itu, aku mulai sering gampang menangis karena rindu kepada Allah.

Pernah suatu ketika usai melakukan shalat malam, saat itu aku merasa sedih dan gelisah, sampai aku jatuh tertidur. Aku bisa tertidur diatas sajadah shalatku. Dalam tidur itu aku merasa ruhku bangkit dari jasadku, kemudian bercermin di cermin sebelah tempat tidurku. Dalam cermin, aku jelas melihat seluruh tubuhku. Dan sesaat kemudian hatiku gelisah dan tersentak melihat retina mata kananku mengelupas dalam cermin itu. Tiba-tiba sosok setinggi aku dengan wajah mirip bapakku dan lebih muda, menepuk punggungku dari belakang. Dia mengatakan dan memberi jawaban, “Kamu sudah mengenal Allah cukup lama...”

Sejak saat itu, aku merasa malu kalau melakukan perbuatan buruk sekecil apapun. Aku malu pada sosok dalam mimpi itu yang mengatakan kepadaku kalau aku sudah mengenal Allah tetapi perbuatanku ternyata menunjukkan sebaliknya, hal ini terbukti karena hidupku tak bermakna bagi hamba-Nya yang lain.

Mimpi yang aneh tersebut memberiku inspirasi, sehingga kemudian aku buka usaha cleaning service bareng teman-teman. Sekarang Alhamdulillah, jalan rejeki tidak pernah berhenti. Bahkan usaha cleaning service itu perlahan-lahan mendatangkan hasil dan lambat laun bisa memperkerjakan 20 karyawan dan mampu menggajinya.

Orangtuaku yang dulu menganggapku belum memiliki
 pekerjaan bila belum menjadi PNS, sekarang berbalik 180
derajat karena melihat keberhasilanku dalam usaha cleaning
service tersebut. Mereka pun semakin bangga padaku setelah aku
mampu memberangkatkan kami sekeluarga untuk berhaji di
Tanah Suci.

Dari fee hasil kerja, aku tidak pernah lupa untuk membantu siapa saja. Termasuk membiayai sekolah anak-anak yatim yang kesulitan biaya sekolah.

Dan tahajud, bagiku, merupakan upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah sehingga menjadikan kita sebagai hamba yang pandai bersyukur, Insya Allah.

Info PELUANG USAHA SAMPINGAN untuk sahabat muslim


kesempatan bagi anda yang ingin berangkat umroh, dengan cara murah dan mudah, TERBUKTI sudah banyak sahabat lain yang berangkat ibadah umroh secara GRATIS dan mendapatkan BONUS 450 JUTA langsung ditransfer ke rekening.....

ads by google

Artikel Paling Populer